ramadan

Membantah Mitos Rokok Adalah Candu Pada Bulan Ramadan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bahagia adalah salah satu hal yang dirasakan umat muslim di dunia tatkala menyambut datangnya Ramadan. Sebagai bulan penuh berkah, umat muslim tentu memanfaatkan momen ini untuk beribadah dengan lebih giat. Kembali berbakti pada sang pencipta dan tak lupa berbagi pada sesama.

Dalam urusan menyambut ini, kretekus tentu tidak mau tidak ambil bagian. Momen ini, tentu harus dimaksimalkan. Selain untuk beribadah dan berbuat baik untuk sesama, momen ini dapat kita gunakan untuk membuktikan sebuah tesis: kretek bukanlah hal yang candu.

Tatkala melakukan ibadah puasa, umat Islam, tak terkecuali yang merokok, harus menahan segala hawa nafsu sejak jelang subuh hingga waktu terbenamnya matahari. Lebih dari 12 jam kita yang berpuasa menahan lapar haus dan segala hal yang dapat membatalkannya. Selain tidak makan ataupun minum, merokok pun menjadi aktivitas yang tidak boleh dilakukan oleh seseorang yang berpuasa.

Biasanya, momen Ramadan juga digunakan oleh kelompok antirokok untuk kebutuhan kampanye mereka agar orang-orang berhenti merokok. Kata mereka, jika bisa tidak merokok selama puasa kenapa tidak sekalian berhenti saja? Aduh, ini satu pemahaman yang salah diartikan oleh orang-orang yang membenci rokok.

Baca Juga:  Peran Penting Perempuan dalam Industri Tembakau

Jadi begini, kami tidak merokok saat puasa dengan niatan ibadah. Ingat, ibadah. Kami menahan segala hawa dan nafsu, lapar dan haus, juga hasrat ingin merokok sebagai bukti kami mengikuti segala perintahNya. Sebagai bukti cinta kami kepada Tuhan. lillahi ta’ala.

Karenanya, jangan samakan ajakan manusia pembenci rokok dengan perintah Tuhan. Tentu saja levelnya berbeda. Dan wajar saja jika kampanye-kampanye semacam itu hanyalah menjadi angin lalu buat para perokok. Tidak bakal didengar, tidak bakal dilakukan.

Selain itu, ajakan untuk berhenti merokok itu justru menjadi sebuah pembantah atas mitos yang selama ini mereka dongengkan: merokok itu candu. Jika benar merokok adalah sebuah hal yang candu, saya kira para perokok tidak bakal bisa menjalani ibadah puasa. Mengingat ketika menjalani ibadah ini, mereka harus berhenti merokok selama lebih dari 12 jam.

Apabila benar rokok adalah candu, maka (harusnya) perokok bakal sakau atau sama sekali tidak bisa menjalani ibadah puasa. Lah namanya saja candu, tentu saja tidak merokok dalam 12 jam lebih bakal membuat mereka tersiksa hingga rasanya mau mati saja. Namun, nyatanya hal tersebut tidak pernah dialami oleh perokok yang menjalani ibadah puasa.

Baca Juga:  Salut! Menteri Kesehatan Norwegia Obyektif Dalam Menyikapi Rokok

Dengan pemahaman ini, mitos bahwa rokok itu candu telah terbantah melalui kampanye yang dilakukan oleh kelompok antirokok. Bahwa, dalam menjalani ibadah puasa, perokok tidak pernah mengalami masalah tatkala tidak merokok. Tidak merokok adalah hal yang biasa saja, pada akhirnya.

Karena, sekali lagi, tidak merokok tatkala Ramadan adalah sebuah bentuk dari ibadah yang harus dijalani umat muslim, termasuk yang merokok. Kami percaya, bahwa aktivitas ini bukanlah sesuatu yang mudharat bagi masyarakat dan negara ini. Jadi, ada baiknya, jangan lagi paksa kami untuk berhenti mengonsumsi barang legal yang menghidupi masyarakat dan memberikan pemasukan besar pada negara ini.

Aditia Purnomo

Bukan apa-apa, bukan siapa-siapa | biasa disapa di @dipantara_adit