para manusia tertua yang membantah dogma rokok membunuh

Para Manusia Tertua Yang Membantah Dogma Rokok Membunuh

  • 521
  •  
  •  
  •  
  •  
    521
    Shares

Dulu saya percaya bahwa rokok adalah barang buatan iblis yang diturunkan ke bumi untuk memusnahkan umat manusia. Saya juga percaya bahwa setiap batang rokok yang terisap mengurangi sekian menit jatah hidup saya di bumi. Intinya, saya percaya bahwa rokok dapat menyebabkan kematian. Tapi itu dulu, sebelum saya merokok. Sampai saat ini masih banyak orang percaya pada dogma rokok membunuh meski pembuktian tak kunjung nyata.

Dogma tersebut terus direproduksi berulang-ulang. Bahkan, kita bisa dengan mudah menemukannya pada tampilan bungkus rokok lengkap dengan gambar tengkorak berasap, bibir bernanah, tenggorokan berdarah, paru-paru berlubang dan beragam luka membusuk lainnya. Mengerikan.

Sebelum lebih dalam, saya perlu ingatkan bahwa percaya atau tidak percaya pada suatu hal adalah hak masing-masing individu. Saya berhak untuk tidak percaya pada dogma ‘Rokok Membunuh’, pun begitu sebaliknya, kalian berhak untuk mempercayai bahwa rokok berkuasa mencabut nyawa manusia. Yang mana yang benar? Kita punya kepercayaan masing-masing, toh?

Perihal dogma rokok membunuh, rasanya kita perlu membuka mata pada fakta-fakta yang sebenarnya sudah banyak ditemukan. Ada banyak perokok yang masih bertahan hidup hingga usia sepuh. Bahkan, banyak di antara mereka yang juga tetap bugar meski tetap merokok. Mbah Gotho, orang tertua di dunia asal Indonesia yang meninggal pada usia 146 tahun, masih aktif merokok hingga menjelang kematiannya pada tahun 2017 lalu.

Baca Juga:  Jangan Ngomong Negatif Soal Kretek Kalau Tidak Tahu Siapa yang Berkepentingan

Menurut catatan resmi Guinnness World Record, orang tertua di dunia yang pernah hidup adalah wanita asal Perancis berusia 122 tahun bernama Jeanne Louise Calment. Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, Jeanne Louise Calment merupakan seorang perokok sejak usia 21 tahun lalu berhenti di usia 117 tahun. Bagaimana, fakta ini belum cukup?

Richard Overton, hingga artikel ini dirilis, berusia 112 tahun dan masih hidup, Ia juga seorang perokok. Dilansir dari Dallas News, Overton bahkan masih biasa merokok hingga 12 batang per hari. Dalam sebuah wawancara dengan Dallas News yang diterbitkan beberapa hari sebelum ulang tahunnya ke-112, Overton, veteran tertua di Amerika ini berbagi tips panjang umur: “Just keep living. Don’t die!”

Mereka adalah sedikit dari banyak contoh perokok yang bisa berumur panjang. Tanpa kampanye di media, tanpa menyodorkan jurnal penelitian ilmiah, Mbah Gotho dan para manusia tertua lainnya telah membantah kesahihan dogma rokok membunuh.

Hal-hal semacam inilah yang menjadi salah satu alasan saya untuk berhenti percaya pada dongeng yang mengaitkan rokok dengan kencing iblis. Tidak ada hal di dunia ini yang tak menanggung akibat. Air putih pun tidak menyehatkan kalau diminum lewat hidung. Nasi putih juga bisa mematikan jika dikonsumsi berlebih oleh penderita diabetes. Metode penggunaan, kondisi pengguna dan banyak variabel lain akan menentukan tingkat risiko. Saya percaya bahwa peringatan rokok membunuh hanyalah propaganda absurd para anti rokok.

Baca Juga:  Safari Kretek di Masjid Nurul Yaqin

Kalian mau panjang umur? Gampang, sih. Tinggal jaga pola hidup seimbang, perhatikan konsumsi yang sehat dan jangan lupa berolah raga. Oh, iya, satu lagi. Mulailah hidup bahagia dan bebas dari stres. Caranya juga mudah, buang jauh-jauh segala prasangka buruk termasuk tentang rokok. Let it flow.

Ingat tips dari Overton: “Just keep living. Don’t die!”.

Aris Perdana

Manusia yang dikutuk untuk bebas | @arisperd