Radja Nainggolan Pensiun Gara-gara Rokok

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Piala Dunia FIFA 2018 akan resmi dihelat pada 14 Juni 2018 nanti. Sebagai laga pembuka, pertandingan antara tuan rumah Rusia menghadapi wakil Asia, Arab Saudi, akan digelar di Stadion Luzhniki di kota Moskow. Seluruh tim nasional peserta Piala Dunia tengah serius memasuki tahap akhir persiapan tim.

Salah satu tim peserta, Belgia, baru saja merilis 23 nama pemain yang akan dibawa ke Rusia. Nama-nama top seperti Eden Hazard, Romelu Lukaku dan Kevin de Bruyne sudah pasti tak tergantikan. Meski demikian, skuat besutan Roberto Martinez ini justru menimbulkan kekecewaan di kalangan penggemar timnas Belgia. Pasalnya, nama Radja Nainggolan tidak masuk dalam daftar pemain.

Puluhan ribu penggemar tim nasional Belgia yang kecewa mengambil tindakan sendiri. Mereka membuat dan menandatangani petisi untuk menunjukkan dukungan kepada Nainggolan sekaligus kritik pada Roberto Martinez. Bagi para penggemar sepak bola di Belgia, sosok Nainggolan merupakan salah satu talenta terbaik yang dimiliki Belgia saat ini.

Baca Juga:  5 Solusi agar Puntung Rokok Kalian Tidak dibuang di Sembarang Tempat

Roberto Martinez mengungkap alasannya tidak membawa Nainggolan semata-mata hanya persoalan taktikal. Bagi Martinez, karakter Radja Nainggolan bukanlah kebutuhan karena tidak sesuai dengan formasi dan gaya bermainnya. Tentu alasan ini tidak bisa diterima begitu saja mengingat Martinez dan Nainggolan memang memiliki hubungan yang kurang baik. Nainggolan sendiri sudah absen di 7 laga dari 10 pertandingan terakhir timnas Belgia.

Kebiasaan merokok disinyalir jadi pangkal permasalahan ketidaksukaan Martinez pada Radja Nainggolan. Sikap Nainggolan yang tidak mau menghentikan kebiasaan merokoknya justru semakin membuat Martinez meminggirkannya. Maklum, dalam dunia kesehatan (termasuk olah raga), aktivitas merokok kerap dijadikan sesuatu yang haram dan tak memiliki ruang pengampunan.

Mengenai Radja Nainggolan, Ia tidak pernah membantah bahwa dirinya memang perokok. Ia terang-terangan menunjukkan kepada publik bahwa dirinya adalah pesepakbola yang cukup berbeda dari pesepak bola pada umumnya. Ia menyebutnya dengan “menjadi diri sendiri”. Apakah aktivitas merokok Nainggolan membuatnya penyakitan dan minim prestasi? Tunggu dulu. Statistik penampilan Radja Nainggolan bersama klubnya, AS Roma, menunjukkan fakta berbeda.

Baca Juga:  Upaya Blitar Membangkitkan Tembakau Selopuro

Sejak bergabung dengan AS Roma pada tahun 2015, Radja Nainggolan telah mencatat 196 peluang yang dikreasikan dan 214 tekel yang dimenangkan. Catatan tersebut adalah yang terbaik dari semua pemain di Liga Italia dan Liga Champions sejak 2015/2016. Tidak banyak gelandang yang memiliki kemampuan menyerang dan bertahan sama baiknya seperti Nainggolan.

Selain itu, Nainggolan juga sukses membawa AS Roma menembus babak perempat final Liga Champions usai menaklukkan tim kuat Barcelona. Nainggolan bersama AS Roma juga konsisten menjadi pengganggu dominasi Juventus di Liga Italia dalam beberapa tahun terakhir meski belum berhasil meraih juara. Catatan statistik Nainggolan ini yang harusnya dijadikan indikator utama oleh pelatih Belgia.

Apa yang terjadi pada Radja Nainggolan adalah salah satu contoh betapa perokok masih menghadapi beragam tindak diskriminatif. Pola pikir semacam ini seringkali digunakan dalam menyikapi isu bahaya rokok. Rokok sering dianggap sebagai biang penyakit dan beragam hal buruk lainnya. Fakta-fakta bahwa banyak perokok yang sehat serta berprestasi pun kadang diabaikan karena kadung membenci rokok.

Baca Juga:  Indikator Keluarga Sehat dan Posisi Rokok di Dalam Rumah

Logika anti rokok semacam ini yang sepertinya sudah tertanam di kepala Roberto Martinez. Jika nanti Belgia gagal di Rusia, mungkin Martinez perlu memahami satu hal, bahwa berbuat adil harus sudah dimulai sejak dalam pikiran.

Aris Perdana

Manusia yang dikutuk untuk bebas | @arisperd