Bukan Cuma Perokok, Vapers Juga Perlu Diedukasi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tiba-tiba akun Instagram milik @agnesiachristy ramai menjadi perbincangan dan mayoritas isinya adalah hujatan. Hujatan itu datang karena diunggahnya video seorang vapers laki-laki yang menghembuskan asap vape ke wajah seekor monyet.

Kejadian itu terjadi pada hari Minggu di kebun binatang Batu Secret Zoo Jatim Park 2  Malang, Jawa Timur. David sang pelaku yang menghembuskan asap vape ke wajah seekor monyet jenis red-tailed guenon atau Cercopithecus Ascanius itu membuatnya sampai tersedak. Sang pelaku mengaku hanya iseng menghembuskan asap vape ke primata asli Afrika itu, namun di balik keisengannya itu ada harga yang harus dibayar David. Akibat kejadian itu juga  sang monyet harus dikarantina untuk mengetahui dampak dari kejadian tersebut.

Kejadian konyol ini kembali mengingatkan saya pada kampanye perokok santun yang sampai saat ini masih dikampanyekan oleh teman-teman. Kampanye yang mengajak teman-teman perokok baik perokok kretek maupun pengguna vape untuk sama-sama menghargai hak-hak teman maupun satwa untuk tetap bisa menghirup udara segar.

Baca Juga:  Menyoal Yogya Tertib Merokok

Kejadian ini seakan menampar kita bahwa nyatanya bukan hanya perokok yang perlu diedukasi, lebih dari itu, vaper juga perlu diedukasi. Membawa rokok atau vape ke suatu tempat umum memang tidak salah, namun menggunakannya di tempat yang tidak seharusnya adalah kesalahan fatal. Terlebih kejadian itu terjadi dikawasan konservasi dan sang pelaku menyemburkan asap vape  yang begitu lebat ke seekor monyet kecil.

Keegoisan vapers yang merasa mereka tidak perlu menggunakannya di ruang merokok yang sudah disediakan juga pernah saya alami. Mereka menganggap asap vape tidak berbahaya dan merasa benda yang dibawanya itu bukan rokok dan menghasilkan asap yang memiliki wangi yang berbeda dengan rokok.

Tentu hal itu sangat tidak dibenarkan, asap vape yang dihembuskan juga memiliki dampak bagi pengisapnya, apalagi jika yang di sekitarnya turut terpapar asap tersebut. Maka, sudah seharusnya para vaper melakukannya di ruang merokok.

David sudah meminta maaf memang, dan permintaan maaf itu dilakukan dengan menemui langsung pihak pengelola kebun binatang secara langsung. Tapi kejadian ini tidak bisa diselesaikan dengan hanya permohonan maaf saja, perlu adanya kampanye lebih kepada para perokok maupun vapers untuk lebih bijak dalam melakukan kegiatan merokoknya.

Baca Juga:  Mengapa Kabupaten Berau Layak Dijadikan Contoh Penanganan Perda KTR?

Seperti kebanyakan kejadian-kejadian sebelumnya, hukum aksi-reaksi akhirnya kembali terlihat. Setelah kejadian ini, pihak pengelola kebun binatang mengaku akan semakin menggencarkan pemberitahuan kepada pengunjung untuk tidak merokok ketika berkeliling kebun binatang. Dan menginformasikan ruang merokok yang sudah tersedia kepada pengunjung dengan lebih intens. Rambu-rambu dilarang merokok di komplek satwa juga akan segera dipasang agar tidak terjadi lagi kejadian serupa.

Jadi, jangan dicontoh yha perbuatan tidak terpuji ini…..

 

 

 

 

Rahmat Baihaqi

Aktif di Komunitas Baca Tangerang