Siasat Sarri Menyoal Larangan Merokok

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pelatih baru Chelsea FC, Murizio Sarri, merupakan seorang perokok. Kebiasaannya merokok tetap dilakukan meski berstatus sebagai pelatih tim olahraga. Konon, Sarri bisa menghabiskan hingga 80 batang rokok per hari. Fans Napoli sangat akrab dengan pemandangan Sarri merokok kala menukangi klub asal kota Naples tersebut.

Kebiasaan merokok Sarri ketika di Italia ternyata tak bisa dilakukannya bersama Chelsea. Di Inggris, larangan merokok di ruang tertutup (termasuk stadion sepak bola) diberlakukan. Larangan tersebut ternyata tak membuat Sarri lantas berhenti total dari aktivitas legal tersebut (baca: merokok).

Pada laga resmi pertama Chelsea, Sarri terlihat menahan hasrat merokoknya dengan menggigit busa filter rokok di pinggir lapangan saat Chelsea menghadapi Manchester City pada ajang Community Shield di Wembley. Dengan menggenggam sebungkus rokok Sarri bergaya laiknya seorang yang sedang merokok. Bedanya, rokok Sarri tak disulut api.

Pemandangan serupa terus terjadi di laga-laga Chelsea selanjutnya. Di pekan pertama dan kedua Premier League (menghadapi Huddersfield dan Arsenal), Sarri kembali terlihat memegang puntung rokok yang tak menyala. Khusus di laga melawan Arsenal, Sarri mengaku benar-benar ingin merokok. Maklum, di penghujung babak pertama Chelsea sempat tertekan karena Arsenal berhasil menyamakan kedudukan 2-2 setelah sebelumnya unggul 2-0.

Baca Juga:  Diskriminasi Pemkot Pontianak soal Kebijakan Rokok

“Saya menikmati pertandingan selama 75 menit, tidak 15 lainnya berikutnya. Di 15 menit [terakhir] lebih baik merokok, saya pikir. Saya pikir ini pertandingan yang luar biasa untuk semua orang.” dikutip dari talkSPORT (19/8/2018).

Beberapa hari lalu, saat Chelsea menang secara dramatis dari Newcastle United, Sarri lagi-lagi terlihat mengemut puntung rokok di bibirnya. Pada laga di St. James Park tersebut Chelsea sempat dibuat frustasi karena gagal menembus pertahanan rapat Newcastle. Beruntung akhirnya Chelsea menang.

Dari beberapa kejadian tersebut, manajemen Chelsea berencana membuat satu spot ruang bagi Sarri untuk merokok di Stamford Bridge. Manajemen Chelsea sadar bahwa kebiasaan merokok Sarri tak bisa dihilangkan begitu saja. Roman Abramovich, pemilik Chelsea, juga tak mau bertaruh nasib Chelsea andai ide-ide brilian Sarri tak bisa mengalir hanya karena larangan merokok.

Apa yang ditunjukkan Sarri merupakan bukti bahwa perokok pun bisa menghargai aturan dan hak mereka yang tidak merokok. Ia tidak memaksakan diri tetap merokok karena tahu hal itu dilarang. Dari Sarri kita bisa belajar, bahwa perokok bukan orang tak tahu aturan. Setidaknya Sarri telah membuktikan.

Baca Juga:  Bungkus Rokok Baru Dengan Cacat Logika yang Lama
Aris Perdana

Manusia yang dikutuk untuk bebas | @arisperd