Tobacco Free Tourism, Gagasan Konyol Terbaru Dari Anti Rokok

Tobacco Free Tourism, Gagasan Konyol Terbaru Dari Anti Rokok

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Indonesia diklaim sebagai negara dengan tingkat konsumsi rokok tertinggi di Asia Pasifik. Menyikapi hal tersebut, kelompok anti rokok melakukan manuver dengan berbagai cara agar konsumsi rokok dapat ditekan seminimal mungkin. Setelah beberapa cara dilakukan, mereka mendapati fakta bahwa prevalensi perokok tak berubah signifikan. Terbaru, konsep Tobacco Free Tourism kini dicanangkan di Indonesia.

Tobacco Free Tourism atau wisata bebas rokok adalah konsep yang melarang penuh segala hal yang berkaitan dengan rokok terdapat di kawasan wisata. Konsep ini tak hanya sebatas persoalan bersih dari puntung dan asap rokok, melainkan juga bebas dari segala macam bentuk iklan rokok.

Tobacco Free Tourism atau kawasan wisata bebas rokok adalah sebuah konsep di mana tempat wisata harus ramah terhadap keluarga dan anak,” kata Mouhamad Bigwanto, perwakilan IAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia).

Bigwanto menjelaskan bahwa target dari konsep ini bukan sebatas kualitas wisata tapi juga objek yang ada di dalamnya. Mungkin, baginya papan iklan rokok (yang jelas-jelas membayar pajak ke negara) merupakan bahaya bagi pengunjung kawasan wisata. Entah dimana bahayanya, yang pasti, rezim kesehatan akan selalu menuding semua tentang rokok adalah hal berbahaya.

Baca Juga:  Kiri-kanan Wisata Kretek (Bagian 2)

Padahal, regulasi-regulasi yang berorientasi mengendalikan tembakau, pada titik tertentu, justru lebih berbahaya. Bicara rokok tak melulu perkara kesehatan, tapi juga hajat hidup orang banyak. Petani tembakau, petani cengkeh, buruh pabrik rokok, industri kecil rumahan hingga pedagang asongan, adalah elemen-elemen masyarakat yang akan muram andai semua tujuan pengendalian tembakau itu tercapai. Bahaya, bukan?

Tobacco Free Tourism  juga punya potensi bahaya yang sama. Ada banyak pedagang rokok di sekitar kawasan wisata. Jika kelak rokok (bahkan gambar rokok) sudah tak diizinkan muncul, mau dikemanakan dagangan mereka?

Atau mungkin para anti rokok belum pernah melihat orang-orang yang merokok sambil berjemur di pinggir pantai? Mau kita sebut apa orang-orang tersebut? Imigran gelap? Mereka itu wisatawan! Melarang mereka merokok bisa mematikan sektor non basis ekonomi masyarakat sekitar.

Perlu saya luruskan, saya bukan menghimbau agar para wisatawan beramai-ramai merokok di tempat wisata, hanya saja rasanya kita perlu lebih serius mencari sebuah solusi bersama agar tak ada pihak yang dirugikan dari sebuah regulasi.

Baca Juga:  Rokok Dibuang, Kendaraan Ditimang

Kalau memang ingin menjamin hak udara bebas asap bagi para wisatawan, ya sediakan ruang merokok bagi para wisatawan yang merokok. Selain itu, tujuan mulia untuk menjamin wisata ramah anak juga bisa dilakukan dengan mengedukasi para perokok agar sadar ruang; bahwa merokoklah di tempat yang jauh dari anak kecil. Jangan justru menganulir hak mereka. Merokok bukan tindak kriminal kok dilarang.

Aris Perdana

Manusia yang dikutuk untuk bebas | @arisperd