petani tembakau
Opini

Mengapresiasi Potensi Tembakau Rembang Agar Terus Berkembang

Sebagai sebuah bangsa, Indonesi dianugerahi banyak kekayaan alam yang berlimpah, melengkapi berbagi lini kebutuhan manusianya, selain laut yang mampu menghidupi banyak nelayan, sektor lain yang juga harusnya didorong menjadi kebanggaan bangsa adalah kekayaan hasil bumi Indonesia. Iya, kekayaan komoditas perkebunan dan pertanian.

Pada komoditas pertanian selain ada palawija, dari sektor perkebunan terdapat komoditas yang cukup diandalkan di antaranya cengkeh dan tembakau. Nah, salah satu daerah yang kini disoroti sebagai penghasil tembakau adalah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Taj Yasin, selaku wakil gubernur Jawa Tengah mengutarakan, bahwa tembakau sebagai komoditas yang dihasilkan oleh petani Rembang perlu didorong lagi agar semakin berkembang.

Senada dengan yang disampaikan Taj Yasin, Bupati Rembang, Abdul Hafidz, mengungkapkan jika para petani Rembang merasakan mendapat keuntungan lebih besar dengan menanam tembakau dibanding komoditas lain. Ya, walaupun menanam tembakau lebih repot dan mempunyai risiko tinggi, lantaran komoditas tersebut sangat tergantung pada cuaca, tetapi perlu diakui potensi harga jualnya sangat lumayan. Yang seiring itu kemudian meningkatkan taraf hidup petani tembakau serta pengelolaan lahan yang terus bertambah.

Baca Juga:  Ketika WHO Membantah Pernyataan WHO Terkait Rokok sebagai Penyebab Utama Kematian

Selain itu, sektor petembakauan ini juga bisa dimanfaatkan sebagai objek wisata. Rembang memiliki objek wisata pantai yang juga potensial untuk menarik para pengunjung. Jika hal ini dijadikan sebagai suatu dorongan baru tentu memberi nilai tambah tersendiri bagi masyarakat. Salah satu petani tembakau, Nardi, mengatakan jika dirinya sudah mengajak para petani lainnya untuk lebih mengeksplor lagi potensi dari sektor ini. Sehingga, masyarakat bisa melihat bagaimana penanaman awal serta perawatan tembakau dari awal ditanam sampai panen. Atau, juga diedukasi tentang proses pengeringan. Intinya, proses dari awal sampai akhir.

Objek wisata ini bukannya tidak mungkin, mengingat potensi untuk menjadikannya sebagai objek wisata cukup tinggi. Apalagi, hal ini didukung oleh perkebunan tembakau yang luas. Kabid Perkebunan Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut), Susilo Hadi, bilang jika perkebunan di Rembang terdapat ribuan hektar tanaman tembakau. Terhampar di 102 Desa, dari 11 kecamatan. Angka persisnya itu pada tahun 2015, mungkin, sekarang jumlahnya bertambah.

Di lain tempat, pemanfaatan tembakau sudah sejak lama hadir dan dipatenkan sebagai sektor industri pariwisata. Misal, seperti di Kudus yang sudah sangat terkenal dengan menyandang gelar Kota Kretek, dari hulu sampai hilir seluruh elemen masyarakat menyokong sangat untuk kemajuan kotanya.

Baca Juga:  Penyederhanaan Golongan Cukai Rokok Hanya Menguntungkan Perusahaan Rokok Putih

Jadi, tidak dipungkiri bahwa keberadaan tembakau di bumi Indonesia begitu bermanfaat bagi semuanya, pemerintah daerah pun mendapat keuntungan dari sejumlah komoditas yang ada. Terutama dari sektor kretek, bahkan terbukti mampu memenuhi pendapatan negara.

Kembali lagi, kekayaan hasil bumi seperti tembakau memang tak pernah habis memperlihatkan pesonanya, saya kira, hasil komoditas dari sektor ini sangat aduhai mantap dan mampu menghidupi banyak orang. Termasuk potensi di Rembang, potensi tembakaunya menambah indeks pendapatan dan dapat menjadi objek wisata yang menguntungkan. Anugerah Tuhan pada Rembang harusnya disyukuri untuk terus berkembang. Panjang umur petani tembakau Rembang!

Penulis di Komunitas Kretek