cukai rokok

Kretek Punya Andil Besar dalam Pembangunan Rumah Sakit

  • 34
  •  
  •  
  •  
  •  
    34
    Shares

Stigma buruk terhadap kretekus memang tak ada habis-habisnya. Kretek itu dianggap penyebab utama terganggunya kesehatan. Para kretekus juga dianggap menghabis-habiskan anggaran kesehatan saja. Padahal secara riset juga belum ada yang jelas bahwa kretek menjadi biang keladi dari semua penyakit. Perkara menghabiskan angaran kesehatan, kita tahu bahwa cukai rokok menambal kerugian dari BPJS.

Banyak orang yang berpandangan bahwa orang yang merokok sama halnya dengan membakar uangnya. Siapa sih orang yang membakar uangnya? Pastinya tidak ada. Sudah jelas bahwa kretek tidak menjadi penyebab utama penyakit, jadi apanya yang membakar uang?

Seharusnya kita melihat lebih jauh lagi tentang manfaatnya kretek. Berapa ratus juta orang yang berpenghidupan dari Industri Hasil Tembakau (IHT) ? Mulai dari petani, buruh, dan pedagang, semuanya berpenghasilan dari situ. IHT sangat membantu ekonomi negara ini.

Tidak hanya itu, kretek bahkan terlibat dalam berbagai hal yang membantu urusan kesehatan masyarakat. Tahun lalu, ramai pembicaraan mengenai bakal digunakannya sebagian dana cukai untuk menutup kerugian BPJS Kesehatan. Setelah kebijakan itu disahkan, per tahun ini kebutuhan BPJS Kesehatan untuk melayani publik turut dibantu dengan duit dari kretek.

Baca Juga:  Haram Hukumnya Perokok Masuk Masjid, Benarkah?

Tidak hanya soal BPJS, pemerintah daerah juga mengakolasikan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) untuk membangun rumah sakit dan membili alat medis. Kali ini RSUD Cibabat menambah ketersediaan alat kesehatan (alkes) yang ada untuk mendukung layanan kepada masyarakat. Pengadaan Alkes tahun ini dapat dari Pemerintah pusat. Yang didapatkan dari dana DAK dan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Nilai bantuan DAK dari Kementrian Kesehatan sebesar Rp 244 juta digunakan untuk pengadaan alkes ruangan Perinatologi. Sedangkan bantuan dari DBHCHT sebesar Rp 3,4 miliar dipakai untuk pemenuhan alkes ruang rawat inap dan IGD. “Ada sekitar 18 item alkes. Seperti alat kalibrasi, oksimeter, oksigen regulator, dan lainnya.

Meski rokok dan tembakau dinilai menjadi penyebab penyakit, tapi cukai tembakau ternyata memberikan manfaaat luar biasa bagi rumah sakit mulai dari gedung sampai alat kesehatan. Bahkan dana yang diberikan dari (DBHCHT) tidak kecil melebihi dana yang diberikan Kementrian Kesehatan.‎

Banyak rumah sakit yang menambah ketersedian alat kesehatan mengunakan uang dari (DBHCHT). Salah satunya contohnya yah RSUD cibabat ini. Masih banyak lagi rumah sakit yang dibangun dari sumbangan DBHCHT. Di daerah-daerah, pembangunan infrastruktur kesehatan banyak ditopang oleh dana bagi hasil cukai hasil tembakau.

Baca Juga:  Punahnya Balai Penelitian Tembakau dan Kementerian Pertanian yang Dianggap Gagal Fokus

Seolah olah orang orang anti tembakau membenci kretek tapi mencintai hasil cukai dari kretek itu sendiri. Sudah banyak bantuan yang diberikan kretek dalam dunia kesehatan. Masih pantaskah orang orang kesehatan membenci kretek?

Memang betul bahwa kretek tidak bisa membuat manusia sehat, tapi tidak betul juga bahwa kretek menjadi faktor utama penyebab penyakit. Segala yang dikonsumsi pasti memiliki faktor resikonya masing masing.

Sudah seharusnya kita menghapus stigma-stigma buruk terhadap kretek yang selama ini terus beredar. Jangan melulu stigma buruk ini yang terus mengotori pikiran masyarakat tentang kretek. Terakhir, sampai kapan orang-orang kesehatan berhenti mengkambing hitamkan kretek terhadap kesehatan?

Wahyu Heri

Banyak buku, sedikit nyender, tapi tidak oleng.