Batas Usia Merokok

Kekonyolan Wacana Batas Usia Merokok 100 Tahun di Hawaii

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Biasanya, batas usia  merokok yang berlaku di dunia ada di kisaran usia 18-21 tahun ke atas. Hal ini berlaku bagi banyak negara, termasuk di Indonesia yang menerapkan batas 18 tahun. Sementara ada beberapa negara yang mulai menerapkan aturan 21+ seperti Hawaii dan Oregon.

Atas dalih kesehatan, hal tersebut kerap dianggap sebagai suatu capaian penting. Konon upaya itu dilakukan demi menekan angka perokok di sana. Iya kita sepakat perlu ada batas usia kepatutan dalam mengonsumsi rokok. Karena anak-anak di bawah umur memiliki kerentanan fisik, lagipun belum dianggap mampu bertanggung jawab atas barang yang memiliki faktor risiko seperti rokok.

Meski begitu, baru-baru ini ada wacana konyol terkait aturan tersebut yang beredar di Hawaii. Adalah Anggota Dewan Richard Creagen yang menyerukan wacana untuk merevisi aturan terkait batas usia merokok. Bahkan, Richard yang juga seorang dokter itu, tidak tanggung-tanggung dalam mewacanakan batas usia yang baru, yakni 100 tahun. Sebuah wacana yang kelewat absurd dan konyol jika kemudian dituruti menjadi sebuah aturan.

Baca Juga:  Andil Antirokok terhadap Pelemahan Ekonomi Nasional

Hawaii memang dikenal memiliki aturan rokok paling ketat di antara negara bagian Amerika Serikat lainnya. Saat ini di banyak negara bagian lain di AS, batas usia merokok ada di antara 18 atau 19 tahun. Sementara dalam rancangan yang diajukan Creagan, Hawaii bakal melakukan peningkatan natas usia merokok setiap tahunnya.

Tahun depan, berdasarkan rancangan itu, batas usia merokok naik di usia 30 tahun. sementara pada 2021 akan naik jadi 40 tahun, lalu pada 2022 meningkat lagi 50 tahun, dan 60 tahun pada 2023. Hingga pada akhirnya, di tahun 2024 usia legal merokok adalah 100 tahun.

Upaya untuk menekan angka perokok semacam itu bukan mustahil akan berpotensi terhadap penurunan serapan devisa negara mereka dari sektor wisata. Liburan di Hawaii dengan destinasi pantai yang indah jelas menjadi tidak menarik lagi jika aturan merokok jadi super ketat. Merokok menjadi ilegal bagi mereka yang tidak memenuhi syarat umur tersebut.

Konyol saja, masak untuk merokok di Hawaii harus menunggu umur 100 tahun dulu. Mana asik menikmati suasana liburan di tempat yang indah tanpa bisa merokok.

Baca Juga:  Tembakau Ditekan, Petani Dirugikan

Kekonyolan terkait aturan yang menekan perokok ini bukan hanya ada pada soal batas usia merokok. Di Indonesia, misalnya, rezim antirokok bermain pula lewat Perda KTR (Kawasan Tanpa Rokok), tak terkecuali di daerah-daerah yang memiliki potensi wisata di Indonesia. Celakanya, aturan semacam itu tak dibarengi dengan penyediaan ruang merokok sebagai bagian dari amanat konstitusi.

Bukan tidak mungkin, aturan konyol serupa di Hawaii akan ditiru oleh para pemangku kebijakan ataupun kepala daerah semacam Arya Bima di Bogor. Pemberlakuan batas usia secara bertahap. Kalau dilihat dari cara-cara yang sering dilakukan antirokok di Indonesia kan begitu. Terlalu gampangan mengadopsi agenda asing. Buktinya soal hasil riset dan penelitian tentang bahaya rokok kebanyakan dari hasil penelitian luar. Bahkan terkait poin-poin regulasi yang diadopsi dari traktat FCTC.

Jika negeri yang kaya akan anugerah alamnya ini mengadopsi aturan batas usia merokok 100 tahun seperti di Hawaii. Iya siap-siap saja negeri ini jadi sepi, bakal banyak perokok Indonesia pindah kewarganegaraan nantinya.

Baca Juga:  Bukan Rokok Penyebab Terbakarnya Gedung Notre-Dame
Jibal Windiaz

anak kampung sebelah