kretekindonesia

Bagaimana Cara Memperingatkan Perokok Berengsek?

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kembali, sebuah postingan tentang perokok berengsek viral di media sosial. Kali ini adalah seorang perempuan mengeluhkan perilaku seorang perokok yang membuang bungkus rokokya sembarangan. Namun bukan itu yang membuatnya menjadi viral, melainkan cerita tentang kelakuannya setelah diingatkan oleh si pembuat postingan tersebut.

Ya, mau diakui atau tidak, masih ada banyak perokok yang berkelakuan berengsek. Misalnya, perokok yang satu ini. Pada kasus ini, setelah diperingati oleh orang lain, si perokok justru acuh dan tetap saja membuang bungkus rokoknya secara sembarangan. Asal lempar bodo amat mau dibuang kemana.

Narasi semacam ini tentu menjadi sasaran empuk bagi netizen. Entah mereka yang tidak suka atau tidak peduli dengan perkara rokok, kejadian tadi harus menjadi bahan perbincangan penuh moral. Biar bagaimanapun membuang sampah sembarangan adalah perilaku yang dibenci secara moral oleh masyarakat. Apalagi jika yang dibuang adalah bungkus rokok dan pelakunya perokok, tingkat moralitas yang disasar bakal menjadi semakin tinggi.

Baca Juga:  Mengapresiasi Potensi Tembakau Rembang Agar Terus Berkembang

Saya sepakat bahwa apa yang dilakukan perokok itu adalah salah, malah dalam tahap ini, layak kita sebut berengsek. Sudah diingatkan untuk membuang sampah pada tempatnya, eh malah marah-marah. Sudah begitu, bungkus rokok yang dikembalikan si pemberi peringatan malah dibuang lagi secara sembarangan. Hadeeeeh, zaman batu banget ini orang.

Sialnya, memang beginilah kondisi kesadaran masyarakat kita. Terserah kita mau menerimanya atau tidak, tapi memang level kesadaran begitu banyak masyarakat kita masih ada di kategori rendah. Itu pun kalau tidak mau dibilang buruk.

Masih ingatkah kita tentang viral kejadian masyarakat yang menumpangi MRT dan melakukan perbuatan, yang hari ini kita sebut dengan kata ‘kampungan’? Mereka yang foto-foto sembari bergelantungan di pegangan gerbong, juga mereka yang membuang sampah bekas makanan dengan sembarangan? Ya sama seperti itulah kira-kira level kesadaran masyarakat kita.

Agak sulit memang untuk masyarakat berpikiran maju seperti kita melakukan upaya penyadaran moral kepada mereka. Namun, ya beginilah perjuangan, tidak bakal mudah untuk dilakukan. Kalau memang berjuang itu adalah perkara mudah, percayalah, dari dulu sudah bakal terjadi revolusi yang membuat keadaan masyarakat tanpa kelas.

Baca Juga:  ‘Khasiat Rokok' dalam Mistisisme

Balik lagi ke perkara perokok berengsek itu, dulu saya pernah menyerukan agar kita yang punya kesadaran menjadi lebih berani untuk menegur pelaku perbuatan tidak bermoral seperti itu. Ya, teguran adalah langkah awal yang harus dilakukan kala berhadapan dengan perokok berengsek. Bukan hanya untuk mereka yang buang bungkus atau puntung rokok sembarangan, tetapi juga mereka yang merokok tidak pada tempatnya.

Kemudian, jika sudah ditegur malah balik memarahi kita, ya kita balik marahi. Kalau perlu, kita maki saja. Tidak perlu ragu, orang-orang seperti ini memang perlu diperlakukan dengan agak keras. Karena itulah saya mengapresiasi mbak-mbak yang viral di medsos ini, soalnya berani balik memarahi si perokok berengsek itu.

Terakhir, jika memang sudah mentok, saya kira lebih baik orang itu kita pukul atau kita laporkan pada pihak yang berwenang saja. Tentunya, sebelum itu kita harus mengamankan alat bukti dulu, yakni foto perbuatan dan pelakunya.

Namun, yang penting diingat, setelah difoto ya dilaporkan pada pihak berwenang. Langsung begitu terjadi peristiwanya. Jangan cuma diposting di medsos biar viral, soalnya yang beginian belum tentu mempan buat mereka. Toh kalaupun mereka main medsos nggak bakal follow orang-orang dengan tingkat kesadaran akan moral yang tinggi. Jadi, nggak bakal sampai itu foto buat jadi pembelajaran untuk mereka.

Baca Juga:  Ngudud Dulu, Hok

Meski begitu, ada satu lagi sih langkah yang jauh lebih penting ketimbang hal-hal di atas. Mau tahu apa? Sudah tahu? Yak, betul, mari kita kampanyekan dan beri edukasi kepada masyarakat. Tentu saja, salah satu yang penting adalah mengedukasi mereka agar menjadi perokok yang santun. Kalau hal kayak gini sering-sering dilakukan, sepertinya populasi perokok berengsek bakal jadi makin berkurang.

Aditia Purnomo

Bukan apa-apa, bukan siapa-siapa | biasa disapa di @dipantara_adit