Bukan Rokok Penyebab Terbakarnya Gedung Notre-Dame

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Beberapa hari belakangan ini dunia dirundung luka. Terjadi beberapa peristiwa yang cukup menyedihkan hadir di April ini. Mulai dari peristiwa aksi terorisme yang terjadi di salah satu gereja di Sri Lanka, hingga terbakarnya salah satu situs cagar budaya terkenal yang terletak di Prancis yaitu Gedung Notre-Dame. Belum lagi, meninggalnya 225 orang yang menjadi petugas tim Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara saat pemilihan umum di tanah air tahun ini.

Pertama, tentu kita mengutuk serangan bom terror di Sri Lanka yang merenggut 253 nyawa tak berdosa. Begitu juga doa terpanjatkan kepada 225 pahlawan demokrasi Indonesia yang gugur saat menjalankan tugasnya. Terlepas dari hal itu, peristiwa tentang terbakarnya Gedung Notre-Dame akan menjadi fokus pembahasan pada tulisan ini. Hingga saat ini, tim pencari fakta sedang menelusuri penyebab bangunan yang juga merupakan katedral katolik tersebut.

Beberapa faktor disinyalir jadi penyebabnya, salah satu yang paling mendekati kemungkinan adalah akibat dari korselting listrik. Berita dari Bisnis.com menyebutkan bahwa pihak kepolisian setempat percaya bahwa korselting listrik sebagai penyebab utama dari kebakaran. Oleh sebab itu, para penyelidik yang memasuki katedral diharapkan mencari sisa-sisa kebakaran dari kabel, lampu atau bagian sirkuit listrik lainnya.

Baca Juga:  Tembakau, Primadona Indonesia

Tentu teori tersebut bukan hanya dugaan semata yang dilontarkan oleh pihak kepolisian setempat. Proses menemukan fakta di balik terbakarnya Gedung Notre-Dame hingga hari ini terhitung sudah dilakukan selama sepuluh hari. Selain pemeriksaan secara menyeluruh, para penyelidik juga melakukan wawancara kepada  staf katedral dan pekerja yang sedang melakukan renovasi.

Jika dugaan tersebut benar, tentu ini menjadi kabar baik setelah berbagai isu berseliweran tentang penyebab terbakarnya Gedung Notre-Dame. Maklum saja, satu isu yang cukup seksi tersebut bisa digoreng kemana-mana tergantung kebutuhan, bahkan ada juga yang menyebutkan bahwa terbakarnya bangunan yang selesai dibangun pada 1435 tersebut diduga akibat aksi terorisme. Selain itu, tuduhan tak berdasar juga disematkan pada rokok yang dianggap jadi biang keroknya.

Memang, Polisi sejatinya menemukan sisa-sisa tujuh puntung rokok di area katedral yang terbakar. Akan tetapi, bukti penemuan tujuh punting rokok tersebut dipertanyakan oleh salah satu penyedia scaffolding untuk jasa kontruksi bangunan tersebut, Marc Eskenazi. Dirinya juga menyebutkan bahwa kebakaran yang terjadi bermula dari dalam gedung, bukan dari luar gedung tempat dimana timnya bekerja dan ditemukannya punting rokok itu.

Baca Juga:  Kriminalisasi PNS Perokok Bukti Kegagalan Perda KTR

Sebagai pihak yang merupakan pekerja professional dibidang pembangunan, tentu Marc Eskenazi paham betul seluk beluk dunia tersebut. Meski ia mengakui ada pekerjanya yang lalai karena merokok di area pekerjaan, namun menurutnya sangat tidak mungkin percikan api kecil dari sebuah puntung rokok bisa melahap dan membakar kayu-kayu kusen yang ada di Gedung Notre-Dame.

Mirisnya, lagi-lagi rokok menjadi hal yang paling mudah menjadi kambing hitam atas segala sesuatu negatif yang terjadi. Tanpa penelusuran lebih dalam, rokok juga sering diidentikkan dengan penyakit yang melekat dalam tubuh, berulang kali kebakaran yang terjadi juga menjadikan rokok sebagai alasannya. Jika memang melalui investigasi yang tepat dan akurat tentu tak mengapa, namun jika hanya asumsi yang tak berdasar maka sama saja dengan fitnah belaka.

Indi Hikami

TInggal di pinggiran Jakarta