harga rokok

Yang Bahaya Laten Diabetes, Yang Disalahkan Rokok

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sebagai seorang perokok, saya sebenarnya cukup jengah dengan berbagai berita dan opini liar yang berkembang di masyarakat soal bahaya kesehatan bagi mereka yang merokok. Dalil-dalil ini kadang kerap naik dikait-kaitkan dengan kematian seseorang apalagi tokoh besar. Sungguh ironi mengingat meninggalnya seseorang sudah bagian dari takdir yang maha kuasa, apalagi orang itu sudah meninggal namun masih saja kita bicara tentang hal-hal yang membuatnya meninggal, ga kasihan apa sama orang yang ditinggalkan?

Tapi kali ini saya tidak mau berbicara tentang hal itu. Saya mau menyoroti banyak berita tentang bahaya sesuatu hal yang justru itu lebih bahaya ketimbang rokok. Kalimat ketimbang rokok ini kadang kerap digunakan media untuk framing hal-hal tertentu, tapi menurut saya subtansinya adalah produk atau kebiasaan tertentu juga punya efek bahaya juga bagi kesehatan. Saya sebut olahraga, baik memang bagi tubuh tapi kalau waktunya tak pas apalagi dilakukan secara berlebihan kan juga tidak baik buat fisik kita.

Baca Juga:  Rokok Kretek sebagai Propaganda Politik Anti Jepang

Oke itu sebagai sebuah contoh, ternyata saya menemukan berita lain soal bahaya sebuah produk. Melalui pemberitaan di portal berita cnbcindonesia.com, saya membaca berita dengan judul Ternyata, Minuman Manis Lebih Bahaya Dibanding Rokok! Wadawwwwww, cukup menyita perhatian saya memang soal tulisan ini walau saya sayangkan mengapa memilih judul lebih bahaya daripada rokok? Ya kalau berbahaya bilang saja berbahaya tanpa perlu disandingkan dengan hal lain.

Dalam pemberitaan tersebut dijelaskan bahwa ahli gizi Syarief Darmawan. Menurutnya, minuman kemasan tinggi gula memang sangat berbahaya. Kita tentu tahu minuman kemasan dengan kadar tinggi gula seperti apa, jika mau jeli sedikit kita bisa melihat daftar bahan baku dalam pembuatan minuman kemasan tersebut. Tentu tak sulit karena memang mereka mencantumkannya.

Syarief Darmawan menyebutkan bahwa terkadang banyak produsen minuman tinggi gula yang menggunakan pemanis buatan yang jelas bisa menimbulkan penyakit jika dikonsumsi berlebihan. Ada beberapa jenis pemanis buatan, seperti Sakarin, siklamat, sorbitol, dan aspartame. Mau dijelaskan satu-satu? Oke biar saya jelaskan, Sakarin adalah pemanis tanpa kalori yang 300 kali lebih manis daripada gula meja. Siklamat (kode pemanis 952) adalah senyawa kimia yang sering digunakan sebagai pemanis buatan. Kadar kemanisannya 30-50 kali lebih tinggi daripada gula. Sorbitol adalah gula alkohol dengan rasa yang manis yang dimetabolisasi dengan lambat oleh tubuh manusia. Sedangkan Aspartame merupakan pemanis sintetis non-karbohidrat, aspartyl-phenylalanine-1-methyl ester, atau merupakan bentuk metil ester dari dipeptida dua asam amino yaitu asam amino asam aspartat dan asam amino essensial fenilalanina.

Baca Juga:  Peran Penting CSR Perusahaan Rokok untuk Masyarakat Indonesia

Kalian bingung? Intinya begini empat nama yang saya jelaskan tadi adalah hasil rekayasa kimia untuk menciptakan rasa manis seperti gula. Syarif Darmawan menjelaskan pemanis buatan rasanya lebih manis, membantu mempertajam penerimaan terhadap rasa manis, tidak mengandung kalori, dan harganya lebih murah. Memang cocok untuk penderita penyakit gula (diabetes), tetapi jika dikonsumsi berlebihan dapat beresiko kerusakan organ ginjal dan penyebab kanker.

Kita sama-sama tahu bahwa kanker adalah pembunuh paling berbahaya di dunia saat ini, begitu juga dengan diabetes. Menurut hasil penelitian dari International Diabetes Federation (IDF) tahun 2015, ada 415 juta orang di seluruh dunia menderita diabetes, dan sekitar 10 jutanya terdapat di Indonesia. Jumlah penderita diabetes di Indonesia ini diperkirakan akan terus meningkat hingga tahun 2040.

Sudah-sudah, lama-lama jika saya berbicara lebih detail malah lebih berbahaya lagi. Intinya adalah minuman kemasan dengan bahan baku yang tidak alami dan malah menggunakan pemanis buatan justru sangat berbahaya. Begitu juga dengan produk-produk lain yang dibuat dengan bahan-bahan yang tidak alami. Segala yang berbau tidak alami bukankah memang berbahaya bukan? Justru kretek yang selama ini mereka identikkan berbahaya bagi kesehatan justru terbuat dan lahir dari sesuatu yang alami, tumbuh, lahir dan menjadi anugerah bagi umat manusia, sedaaaapppppp!

Baca Juga:  Memberangus Penyakit atau Tembakaunya?
Indi Hikami

TInggal di pinggiran Jakarta