rokok

Sesat Pikir Antirokok Soal Corona dan Rokok

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pandemi corona yang melanda seluruh dunia sepertinya membuat banyak orang menjadi mudah stres. Dan hal ini sepertinya juga berlaku buat kelompok antirokok. Di tengah masa yang sulit seperti ini, entah apa yang merasuki mereka, sebuah kelompok masyarakat sipil tiba-tiba meminta Presiden Joko Widodo untuk melarang penjualan rokok.

Hal tersebut benar-benar dilakukan oleh Kelompok Masyarakat Sipil Indonesia Peduli Covid-19. Mereka mengatakan, pelarangan penjualan demi menekan bahaya merokok di tengah pandemi virus corona. Satu hal yang tentu saja tidak berhubungan, mengingat corona disebabkan oleh virus dan bukan oleh rokok.

Dalam pernyataannya, mereka meyakini bahwa perilaku merokok membuat seseorang memiliki lebih berisiko terkena covid-19 ketimbang yang tidak. Hal ini disebabkan merokok menjadi faktor terbesar penyebab penyakit tidak menular, yang membuat orang lebih berisiko terkena covid-19.

Memang sih, orang yang punya penyakit lain seperti diabetes atau jantung punya risiko kematian yang lebih tinggi ketika terserang Covid-19. Namun, perlu diingat, memiliki bawaan penyakit tidak menular bukan berarti memiliki potensi terserang covid-19 yang lebih tinggi. Ini tidak ada hubungannya sama sekali.

Baca Juga:  Vape Meledak Menjadi Bencana Bagi Penggunanya

Bahkan, dalam urusan penyakit tidak menular, rokok hanya memberi faktor risiko yang kurang lebih juga sama dengan barang konsumsi lainnya. Tentu tidak bisa kita menyebut kalau rokok menjadi faktor utama atau terbesar, karena yang lebih parah dari itu semua adalah kebiasaan hidup yang tidak seimbang. Tidak bisa disebut begitu.

Dalam kasus diabetes, tentu penyebabnya adalah gula. Namun, bagi banyak antirokok, penyebabnya ya rokok. Padahal ya apa hubungannya rokok dengan gula? Justru makan nasi berlebih lah yang memberikan faktor risiko terhadap penyakit itu.

Begini, anggapan kalau rokok menyebabkan corona ini juga bermasalah. Sekali lagi saya tegaskan, penyebaran virus corona itu terjadi melalui droplet. Dua hal yang membuat rokok berpotensi menjadi sarana penyebaran virus hanya karena terjadinya aktivitas merokok join dan meminta rokok ke orang lain. Itu pun karena yang merokok tidak cuci tangan di urusan kedua.

Lagipula, anggapan rokok misalkan melalui asapnya menjadi sarana penularan virus telah dibantah oleh Ketua Tim Penanganan Covid-19 RS Persahabatan dr. Erlina Burhan. Menurutnya, sarana utama penularan virus corona tetap berasal dari droplet. Asap rokok, tidak akan membawa virus. Ini dokter loh yang ngomong ya, bukan kaleng-kaleng.

Baca Juga:  Pendapatan Daerah dan Tidak Produktifnya Peraturan soal Tembakau

Karena itulah, sesat pikir dan omong kosong macam melarang penjualan rokok di tengah pandemi seperti ini harus dilawan. Satu hal yang tidak dan mungkin tak akan pernah dipahami kelompok antian itu, bahwa merokok di tengah pandemi seperti ini justru membuat kita lebih rileks dan santai. Hal inilah yang kemudian membuat kita lebih kuat baik secara imun dan mental untuk tidak terkena corona.

Aditia Purnomo

Bukan apa-apa, bukan siapa-siapa | biasa disapa di @dipantara_adit