rokok klobot

Industri Rokok Tradisional Butuh Dukungan Pemerintah Daerah

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Industri rokok di masa pandemi ini menjadi sorotan pemerintah berkat ketahanannya dalam menghadapi hantaman krisis. Tak terbantahkan, serapan pendapatan dari sektor ini telah memberi andil penting bagi kelangsungan ekonomi masyarakat.

Meski industri ini kerap digunjingkan melalui isu kesehatan oleh sebagian kalangan, bahkan seringkali pula konsumennya dicap sebagai pesakitan. Namun dari sisi ekonomi, pihak pemerintah tak menafikkan peran industri rokok dalam memberi pemasukan kas daerah maupun negara.

Beragam golongan industri yang ada, baik skala besar maupun kecil, melalui nilai cukai yng terserap turut menopang kebutuhan masyarakat. Baik itu dipergunakan untuk membiayai fasilitas kesehatan masyarakat serta pembangunan infratruktur lainnya.

Kita sebagai konsumen tentu saja mengapresiasi baik para pihak yang berupaya membangun sinergi secara positif. Seperti yang dilakukan pihak bea cukai Magelang yang menyambangi Bupati Purworejo dalam upaya mengembangkan industri rokok di daerahnya.

Sinergitas ini tentu diharapkan bukan hanya untuk mendongkrak pendapatan dari industri yang ada. Melainkan pula dapat membuat melek masyarakat luas yang terlanjur termakan isu kesehatan yang mendiskreditkan rokok.

Baca Juga:  Rokok dan Ibeak Nasai, Jamuan Khas dalam Kenduri Pernikahan Suku Kerinci

Lebih lanjut, agenda terebut juga menekankan sosialisasi tentang cukai dan pemanfaatan DBHCHT yang tepat guna dan berkelanjutan bagi masyarakat. Terlebih hal ini juga untuk menggempur adanya ancaman peredaran rokok ilegal.

Sebagaimana kita ketahui, pemasukan cukai dari industri rokok nilainya bisa mencapai milyaran dari salah satu pabrikan besar yang ada di Purworejo. Itu baru dari sisi pabrikan besar, belum lagi dari sekian lainnya yang tergolong UMKM.

Sorotan terpenting dari sini adalah upaya ke arah pengembangan dan perluasan produk rokok lokal. Di antaranya adalah rokok klembak menyan. Rokok lokal klembak menyan selama ini pasarnya sebatas diminati kalangan petani dan nelayan di Jawa Tengah.

Artinya, dari sisi ini kita menangkap adanya pengharapan yang baik terhadap kelangsungan sektor produk lokal. Sektor riil yang juga memberi sumbangsih bagi kelangsungan ekonomi yang selama ini mengalami kelesuan.

Itikad baik dari sinergi tersebut tentu saja menyiratkan adanya optimisme para pihak dalam menjaga potensi ekonomi dari rokok lokal. Sudah semestinya masyarakat pun dapat mengapresiasi dengan baik. Apalagi selama ini kita ketahui rokok klembak menyan terkesan stagnan dalam konteks pengembangan produk serta peredarannya.

Baca Juga:  Prevalensi Perokok Anak dan Larangan Display Rokok

Iya tak dipungkiri, dalam menghadapi persaingan pasar tentu dibutuhkan daya yang lebih. Tidak hanya soal permodalan dan perlu adanya jaminan perlindungan, berupa regulasi yang berpihak. Pula dibutuhkan daya inovasi yang mampu memperkuat dan memperluas pasarnya.

Tidaklah berlebihan kita sebagai perokok turut gembira, jika para pihak yang memiliki peran penting dalam menjaga sektor ini memfokuskan perhatiaannya. Sekali lagi, jangan sampai upaya ini hanya selesai pada tataran sosialisasi wacana, lantas hanya sekadar menjadi wahana pencitraan—bahwa telah menjalani satu tugas formal belaka. Semoga tidak.

Jibal Windiaz

anak kampung sebelah