Benarkah Asap Rokok Mengandung Virus Corona?

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Seiring berjalan waktu, anggapan terkait rokok menyebarkan corona terus digulirkan. Terkini, tuduhan jika asap rokok mengandung virus corona kembali hadir. Dan sudah sepantasnya bantahan terhadap tuduhan tersebut juga kita sampaikan kepada mereka yang masih saja percaya teori konspirasi macam begini.

Sejak awal pandemi bergulir, rokok kerap menjadi sasaran empuk untuk dituduh menyebarkan corona. Bukannya menyalahkan sikap dan kebijakan pemerintah yang lebih mementingkan ekonomi, mengambinghitamkan asap rokok mengandung corona justru lebih disukai. Padahal di luar negeri sana sudah ada banyak penelitian yang justru menyatakan sebaliknya.

Begini, ada beberapa negara yang telah melakukan penelitian yang menyimpulkan jika rokok/tembakau justru membuat orang lebih kebal terhadap virus ini. Setidaknya, orang yang merokok disebut lebih sulit tertular virus ini. Bahkan ada yang menyebut jika 80% perokok kebal terhadap corona.

Sekadar info saja, penelitian di Italia menyebut jika, dari 441 pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit Italia, kurang dari 5 persen adalah orang yang merokok secara aktif. Sementara berdasar penelitian Universitas London, 28 studi meninjau bahwa rata-rata orang yang merokok lebih rendah dibanding pasien covid-19. Itu kata riset di luar negeri ya.

Baca Juga:  Gejolak Perlawanan Rakyat Atas Kenaikan Tarif Cukai

Selain itu, anggapan jika asap rokok menjadi sarana penyebaran virus corona sudah pernah dibantah oleh Ketua Tim Penanganan Covid-19 sekaligus Juru Bicara RS Persahabatan untuk Covid-19, dr. Erlina Burhan. Ia menjelaskan jika penularan utama virus corona tetap berasal dari droplet dan asap rokok tidak akan membawa virus. Sayangnya, hal ini tidak banyak diberitahukan pada publik.

Jika pun kemudian anggapan asap rokok mengandung virus corona ini hadir dari pernyataan WHO jika Covid-19 bisa menyebar lewat udara, maka bernafas biasa saja bisa mengandung virus corona. Jangankan karena orang merokok, lah orang bernafas saja bisa menyebarkan corona.

Ini kemudian juga perlu dipahami sebagai sebuah konteks yang menyeluruh. Jangan kemudian menyebarkan hal yang setengah-setengah. Seandainya memang ada orang yang terkena covid-19, dan merokok, Ia ya bisa saja menyebarkan virus.

Namun, hal yang sama juga berlaku bagi orang yang tidak merokok dan terkena Covid-19. Bahkan bernafas saja, Ia bisa saja turut menyebarkan virus. Jadi, sebenarnya ini bukan perkara Ia merokok atau tidak, tapi Ia terkena covid atau tidak. Dan tidak ada urusannya dengan asap rokok mengandung apa, karena virusnya terkandung lewat orang yang terkena Cocid-19.

Baca Juga:  Simplifikasi Cukai Harus Berorientasi Pada Kepentingan Rakyat
Aditia Purnomo

Bukan apa-apa, bukan siapa-siapa | biasa disapa di @dipantara_adit