pabrik rokok terbesar di indonesia

Pabrik Rokok, Buruh, dan Pandemi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Hingga saat ini wabah virus corona di Indonesia tak kunjung usai. Bahkan kurva kasusnya semakin menanjak. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih diberlakukan di banyak daerah, namun klaster penyebaran juga terus bertambah. Salah satunya adalah pabrik rokok.

Klaster pabrik rokok pertama kali terjadi pada bulan Mei yang lalu, di mana pabrik rokok Sampoerna jadi yang pertama teridentifikasi. Sejak saat itu, penambahan kasus positif corona masih terus menghantui buruh linting.

Terbaru, pabrik rokok PT Tanjung Odi di Sumenep kembali menghentikan operasional sementara setelah 94 karyawannya positif terinfeksi virus corona. Ini adalah penghentian operasional yang kedua di pabrik itu. Pada bulan Juni yang lalu, PT Tanjung Odi juga sempat ditutup 21 hari setelah 14 karyawannya terkonfirmasi terpapar Covid-19.

Protokol kesehatan sudah ditetapkan, syarat-syarat untuk memulai operasional pabrik juga sudah diatur, tapi itu tak cukup untuk membendung pandemi. Sebagaimana perdebatan yang terus bergulir, situasi ini adalah dilema. Kita seolah dipaksa memilih untuk mengutamakan ekonomi atau kesehatan.

Baca Juga:  Siapa Bilang Orang yang Tidak Merokok Tidak akan Kena Kanker?

Industri rokok, pada khususnya, adalah industri yang sangat diandalkan oleh negara. Pemasukan negara dari sektor cukai rokok sangatlah besar. Kalau klaster pabrik rokok terus terjadi, negara tentu terancam kerugian yang lebih besar.

Menyikapi hal ini, sudah sepatutnya pemerintah lebih serius dalam penanggulangan. Jika memang masyarakat dipersilakan bekerja, jaminan keamanan dan keselamatan harus ada. Adaptasi kebiasaan baru hanya bisa diberlakukan jika otoritas (termasuk pihak pabrik, tentunya) menunjukkan kesiapan.

Sebagai tiang ekonomi, industri (terutama sektor padat karya seperti industri rokok) perlu dikawal secara ketat. Mulai dari pengawasan yang intens secara berkala, hingga dukungan alat penunjang protokol kesehatan yang mumpuni haruslah tersedia.

Sektor padat karya dihuni oleh banyak orang. Jutaan orang pula bergantung pada sektor ini. Negara adalah entitas yang punya tanggung jawab penuh pada keselamatan jutaan orang ini. Kita sama-sama tahu, himbauan demi himbauan tak akan menyelesaikan masalah. Kesadaran tiap individu jelas sangatlah penting. Tapi, sikap proaktif dari pemerintah juga tak kalah penting. Perlu tindakan konkrit.

Baca Juga:  Revisi UU Penyiaran dan Argumentasi Sesat Pikir Anti Rokok

Kepada setiap rakyat yang tidak diperkenankan bekerja, kepada setiap pekerja yang harus diisolasi, kepada setiap orang di negeri ini, negara bertanggung jawab penuh akan penghidupan dan kehidupannya.

Komunitas Kretek

Komunitas Asyik yang Merayakan Kretek Sebagai Budaya Nusantara