rokok

Puntung Rokok Jadi Medium Baru Penyebaran Corona?

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Segala hal tentang rokok sering distigma negatif. Dalam situasi pandemi saat ini, bahaya corona jadi salah satu variabel yang dipakai untuk kampanye bahaya rokok. Sebelumnya, korek api dan asap rokok telah disebut sebagai medium penularan COVID-19, kini giliran puntung rokok.

Adalah Heroe Poerwadi, Wakil Walikota Yogyakarta, yang menyebut bahwa corona bisa menyebar melalui puntung rokok, oleh karenanya beliau mengimbau perokok agar membuang sampah bekas merokoknya ke tempat sampah. Tidak jelas bagaimana mekanisme penyebaran yang dimaksud.

“Rokok itu kan puntungnya diisap lewat mulut. Kalau perokoknya ternyata OTG (Orang Tanpa Gejala) bagaimana? Ini harus mulai kita waspadai. Jika membuang puntung rokok ke tempat sampah atau dibakar,” ujar Heroe.

Pertanyaan saya, terus kalau memang puntung rokok itu bekas OTG ya kenapa? Apakah ada orang yang mau mengisap sampah? Kan tidak.

Begini. Di satu sisi saya sepakat pada imbauan membuang puntung ke tempat sampah. Itu mutlak harus dilakukan oleh perokok santun. Atau setidaknya membawa asbak portabel agar tak mengotori lingkungan. Tapi, membuat narasi dengan mengaitkan corona itu berlebihan.

Baca Juga:  Perokok, Artis, dan Kampanye Antirokok

Pernyataan ini agak berbeda dengan apa yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Yogyakarta, Emma Rahmi Ariyani. Beliau menyebut belum ada penelitian yang mendukung dugaan di atas.

“Belum ada kasus penularan Covid-19 melalui puntung rokok. Sejauh ini belum ada yang meneliti, tetapi memang memungkinkan bisa saja terjadi penularan lewat puntung rokok,” kata Emma.

Kebencian, pada titik tertentu, bisa membuat kita gelap mata. Antirokok sering membuktikannya. Kebencian mereka pada rokok akhirnya melahirkan narasi-narasi yang menciderai logika. Pun demikian dengan isu puntung rokok ini.

Kita semua pasti sepakat bahwa membuang sampah sembarangan akan sangat berbahaya bagi lingkungan. Sekali lagi, perokok santun akan buang puntung pada tempatnya. Tapi, kan, sampah ada banyak jenisnya. Apakah OTG hanya bisa menularkan via rokok saja, lantas sedotan bekas mereka bisa steril? Kan tidak.

Lha, barang yang dikonsumsi dengan kontak bibir itu kan gak cuma rokok. Ada sedotan, botol minum, juga gelas plastik yang ketika digunakan akan bersentuhan langsung dengan bibir manusia. Kenapa harus menjadikan rokok sebagai kambing hitam?

Baca Juga:  Kenapa Kalau Tarif Cukai Naik Harga Rokok Naik Juga?

Di samping itu semua, kasus penyebaran virus corona di Indonesia tengah melonjak. Kita harus selalu waspada dan menerapkan protokol kesehatan di segala aktifitas. Ini berlaku bagi siapa pun kita, perokok atau bukan.

Aris Perdana

Manusia yang dikutuk untuk bebas | @arisperd