tembakau

Vaksin COVID dari Tembakau Mulai Dikembangkan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Virus corona (SARS-CoV-2) penyebab pandemi COVID-19 diyakini muncul pertama kali di kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, pada bulan November 2019. Kemudian dilaporkan secara resmi ke WHO pada 31 Desember 2019. Menjelang setahun, angin segar soal produksi vaksin COVID kini sudah banyak diberitakan, meski pandemi belum usai.

Semenjak pandemi global, ada banyak teori bermunculan. Kehidupan manusia semakin rumit. Sudah ketakutan karena pandemi, dijejali pula dengan beragam berita yang tumpang tindih dan konspiratif. Krisis memang terlalu seksi untuk tidak dijadikan panggung politik.

Tak hanya soal politik, anasir lain yang muncul sejak awal pandemi adalah bisnis ekonomi. Indonesia sempat dihebohkan dengan kelangkaan masker dan hand sanitizer. Alhasil muncul oknum-oknum yang menjual masker dan hand sanitizer dengan harga yang tidak masuk akal alias mahal sekali.

Kelompok antirokok juga mengambil peran dalam arena krisis ini. Berulang kali mereka memainkan narasi bahwa perokok rentan terpapar COVID bahkan berisiko lebih parah. Kita sama-sama tahu, narasi ini bermuara pada kampanye pengendalian tembakau.

Baca Juga:  Berhenti Merokok Bikin Kita Bisa Beli Rumah?

Kemudian, kabar mengejutkan datang dari Prancis. Sekelompok ilmuwan menyebut tembakau (bahan baku rokok) berpotensi menjadi vaksin COVID. Penelitian serupa yang mendukung juga dilakukan di China, tempat awal virus corona muncul.

Bagi kelompok antirokok, kabar soal vaksin COVID berbahan tembakau jelas bagaikan petir di siang bolong. Kampanye mereka soal kerentanan perokok justru berbanding terbalik dengan riset ilmuwan internasional.

Terbaru, dikabarkan ada dua perusahaan bioteknologi yang sudah mulai mengembangkan vaksin COVID dengan menggunakan bahan dasar tembakau. Kedua perusahaan tersebut adalah Kentucky BioProcessing (KBP) dan Medicago yang berbasis di Kanada.

Pengembangan vaksin ini menggunakan tembakau jenis Nicotiana Benthamiana untuk menghasilkan protein kunci yang dapat digunakan dalam pembuatan vaksin yang diduga dapat membungkus protein virus corona. Semoga berita pengembangan ini membawa angin segar dan vaksin bisa segera didistribusikan.

Sebaiknya kabar ini direspon positif, daripada sibuk membangun citra buruk rokok, apalagi mengaitkannya dengan pandemi. Ternyata tembakau yang kerap dikampanyekan jahat, kini berpotensi jadi penyelamat peradaban. Semoga kita bisa menutup tahun ini dengan sukacita.

Baca Juga:  Produk Alternatif hanya Akal-akalan untuk Mematikan Kretek
Aris Perdana

Manusia yang dikutuk untuk bebas | @arisperd