Petani Tembakau Menagih Janji Jokowi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kalau ada pihak yang paling dirugikan oleh kebijakan kenaikan cukai rokok, boleh jadi mereka adalah petani tembakau. Rencana pemerintah menaikkan (lagi) tarif cukai tahun 2021 diperkirakan akan membuat serapan tembakau anjlok hingga 30 persen.

Mayoritas stok tembakau nasional memang diserap oleh Industri Hasil Tembakau (IHT) atau industri rokok. Jika regulasi cukai terlampau membebani, industri jelas akan menurunkan jumlah produksi. Pada titik inilah petani tembakau terdampak.

Pada tahun 2020 tarif cukai melambung, bahkan jadi yang tertinggi sepanjang sejarah (23 persen). Hasilnya, petani tembakau meradang. Harga jual tembakau terjun. Banyak stok tidak terjual, menumpuk di gudang. Penderitaan mereka paripurna setelah ditambah variabel pandemi COVID-19.

Kondisi itulah yang membuat mereka akhirnya melawan. Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) menggelar aksi di kawasan patung kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta, pada Senin (16/11) yang lalu. Massa bergerak menuju kawasan Monas depan Istana Negara. Aksi ini adalah ekspresi penolakan mereka pada wacana kenaikan tarif cukai 2021.

Baca Juga:  Rokok Ilegal dan Upaya Pemberantasan yang Semu

Aksi tersebut dihadiri oleh sekitar 200 orang petani tembakau lintas daerah, mulai dari Jawa Tengah, Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Medan, dan daerah sentra tembakau lainnya. Mereka menyatakan siap bertahan jika pemerintah tidak menggubris tuntutan.

“Batas waktu aksi belum ditentukan. Sepanjang pemerintah masih ngotot menaikkan cukai kami akan kemah di Jakarta,” ujar Agus Pamuji, pimpinan APTI.

Kekecewaan mereka tentu bisa dipahami. Situasi yang serba sulit akibat pandemi harusnya disikapi dengan bijaksana. Imbas dari kebijakan pemerintah, penurunan serapan tembakau diasumsikan mencapai lebih dari 50 ribu ton. Hal ini tentu mimpi buruk bagi para petani.

Belum lagi fakta bahwa menaikkan tarif cukai akan menimbulkan efek domino ke lintas sektor. Tak hanya petani dan pabrikan, jutaan buruh linting serta konsumen rokok juga jadi elemen yang akan terdampak secara ekonomis.

Pada aksi tersebut, para petani juga membawa atribut Jokowi-Ma’ruf Amin pada kampanye Pilpres 2019 yang lalu. Kala itu pasangan nomor 01 tersebut berjanji pada APTI akan berpihak pada petani. Oleh karena itu petani datang menagih pemenuhan janjinya.

Baca Juga:  Merokok Saat Berkendara, Satu Lagi Dalih Polisi Untuk Mengkriminalisasi Perokok

Sekarang bola ada pada pemerintah, mau mendengarkan keluhan petani, atau tetap memaksakan kebijakan yang terasa sangat tidak bijak?

Sumber gambar: trenasia.com
Aris Perdana

Manusia yang dikutuk untuk bebas | @arisperd