dilarang merokok

Benarkah Dampak Merokok Lebih Berbahaya Dari Covid-19?

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Dampak merokok lebih berbahaya dari Covid-19. Inilah hal bodoh baru yang kembali diungkap oleh para pembenci rokok. Seakan paling kuasa dalam menentukan bahaya, dikatakan jika Covid-19 tak seberapa berbahaya ketimbang rokok. Mungkin mereka yang menyatakan ini tak tahu atau belum sadar seberapa bahayanya Covid-19 bagi manusia.

Jika memang dampak merokok itu lebih berbahaya ketimbang Covid-19, tentu saja seharusnya dunia tak perlu menjadikan virus itu sebagai pandemi yang menyusahkan orang di seluruh dunia. Jutaan orang telah meninggal dunia setelah virus ini menyerang dunia lewat Wuhan. Barulah setelah itu, virus mematikan ini berhasil membunuh lebih dari dua juta orang hanya dalam satu tahun.

Dalam konteks ini, saya marah bukan hanya karena dikatakan kalau rokok lebih berbahaya daripada Covid-19. Tetapi saya jauh lebih marah mengingat masih ada saja orang yang menganggap remeh keberadaan virus ini. Walau memang kini semakin banyak orang yang mulai mengabaikan protokol kesehatan, tapi perlu diingat jika keberadaan virus ini masih ada dan amat mematikan.

Baca Juga:  Pukulan dan Kekerasan Bukan Solusi Bagi Anak yang Merokok

Anggapan dampak merokok lebih berbahaya ketimbang pandemi seperti ini tentu saja bukan hanya mencederai martabat perokok, tetapi juga para tenaga kesehatan yang tengah berjuang di seluruh penjuru dunia. Biar bagaimana pun, pandemi ini telah membuat begitu banyak tenaga kesehatan kehilangan nyawanya. Dan kok ya masih ada orang yang tega menyepelekan hal ini.

Begini, bahwa dampak merokok itu salah satunya membuat orang berisiko terkena penyakit memang betul. Namun, merokok itu memiliki faktor risiko, bukan menjadi penyebab tunggal atas penyakit yang diderita. Dan jika mau mengacu pada data, tidak sedikit orang di dunia yang meninggal karena penyakit macam Kanker tetapi tidak merokok.

Karena itulah, anggapan jika dampak merokok lebih buruk dari pandemi seperti ini harus dilawan. Bukan saja mendiskreditkan para perokok yang dianggap penyakitan itu. Tetapi juga terlalu menyepelekan keadaan pandemi yang terjadi sekarang ini. Toh anggapan kalau merokok membuat kita lebih rentan dari Covid-19 juga telah terbantah. Nasib setiap orang sama di mata Covid-19.

Baca Juga:  Rokok Lintingan itu Harus Mbekok!

Kampanye negatif terkait rokok ini memang muncul pertama kali dari Turki, mengingat mereka tengah melangsungkan hari tanpa tembakau nasional mereka di bulan ini. Meski begitu, kampanye yang menyatakan bahwa rokok lebih bahaya dari Covid-19 ini terlalu bodoh. Bahkan teramat tidak masuk akal.

Di momen penting menghadapi pandemi seperti ini, harusnya dunia kesehatan fokus mengatasi persoalan Covid-19. Baik itu praktisi kesehatan, pembuat kebijakan, atau pun orang-orang yang mengaku aktivis atau pemerhati dunia kesehatan. Jangan malah di tengah kondisi begini, fokus kemudian terbelah untuk membahas rokok. Itu sih sekadar kepentingan antirokok saja.

Aditia Purnomo

Bukan apa-apa, bukan siapa-siapa | biasa disapa di @dipantara_adit