akibat merokok

Uban Muncul di Usia Muda Akibat Merokok?

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Ada-ada saja memang penyakit akibat merokok dewasa kini. Sudah dibilang bakal terkena sakit jantung, stroke, kanker, diabetes, gatal-gatal, kini bahkan uban muncuk di usia muda pun disebut penyebabnya adalah merokok. Kadang saya heran, apakah memang merokok ini menjadi magnet dari semua penyakit?

Tapi kemudian saya sadar, ini adalah kampanye hitam dari kelompok antirokok. Mereka memang biasanya mengatakan apa yang mereka sebut ini adalah hasil dari riset. Namun, perlu diingat juga bahwa riset bisa diciptakan. Misalnya, riset berbasis survei yang menyebut si A populer dalam pilkada ya bisa diciptakan dengan mengkondisikan pertanyaan survei yang sesuai.

Hal yang sama pun sebenarnya kerap terjadi dalam urusan rokok. Misalnya jika ada riset yang mau bilang bahwa perokok mudah terkena sakit jantung. Tinggal ditanyakan saja pada setiap pasien yang terkena sakit jantung, apakah anda merokok, jika dijawab iya maka sudah terpenuhi asumsi jika penyakit ini disebabkan oleh rokok. Jika tidak, ya tinggal ditanya pertanyaan selanjutnya.

Baca Juga:  Bu Susi, Merokok adalah Hak Anda

“Jika tidak merokok, apa orang di lingkungan anda perokok?”

Itu tentu jawaban yang sulit ditolak. Karena ya cukup banyak orang yang merokok di Indonesia. Hampir sulit menemukan orang yang di lingkungannya tidak merokok. Paling ya Cuma mantan menteri kesehatan yang meninggal karena kanker itu yang bisa mengatakan lingkungannya bukan perokok. Tapi toh, pada akhirnya bisa terkena kanker juga.

Pada titik ini, satu hal yang harus kita pahami adalah bagaimana seorang yang sama sekali tidak merokok, lingkungan hidupnya tidak dipenuhi perokok, lah ya orang kesehatan, ternyata juga bisa terkena kanker. Hal ini jelas membantah asumsi jika rokok adalah penyebab utama penyakit tertentu. Toh yang bukan perokok juga bisa terkena.

Jika mau ditilik, rokok memang memiliki faktor risiko terhadap penyakit tertentu seperti jantung, stroke, atau kanker. Meski begitu, penyakit ini tidak lantas terjadi akibat merokok. Ada begitu banyak faktor yang bisa menjadi pendorong penyakit ini. Kalau Cuma rokok saja yang menyebabkan, kenapa ada banyak orang merokok yang tidak terkena?

Baca Juga:  Menkeu Andalkan DBHCHT untuk Penanggulangan Virus Corona

Karena itu, anggapan jika penyakit muncul akibat merokok harus dihilangkan. Apalagi upaya membuat pernyataan baru seperti uban yang muncul diusia muda terjadi akibat merokok. Tolong, saya punya teman yang tidak merokok dan ketika SMA sudah punya uban yang lumayan banyak. Lagian, apa juga sih hubungannya uban dan rokok, mbok ya nggak usah disambung-sambungin gitu.

Kalau memang sebegitu inginnya masyarakat Indonesia tidak merokok, jangan diarahkan ke penyakit begitu. Ya faktor risiko sih faktor risiko, tapi ngga gitu juga kali. Lebih baik kita mendorong kebijakan untuk mengilegalkan rokok di Indonesia. Membuat rokok tak boleh diproduksi, tak boleh diperdagangkan, dan tak boleh dikonsumsi. Dengan begitu masyarakat tak bakal merokok lagi.

Aditia Purnomo

Bukan apa-apa, bukan siapa-siapa | biasa disapa di @dipantara_adit