harga rokok naik

Apa yang Salah dengan Harga Rokok Saat Ini?

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rokok idaman kini bak mantan yang pergi bersama kekasih barunya, tak lagi bisa digenggam, seleranya terpaut tinggi beserta harga yang diusungnya. Pada akhirnya kita harus dipilih untuk berpaling dan menundukkan lagi kepala. Ini semua akibat ada sesuatu yang salah sudah terjadi pada harga rokok sekarang ini.

Rokok idaman adalah hak segala anak bangsa. Perokok punya hak untuk menikmatinya, sayang harganya kini tak lagi ramah bagi kantong masing-masing. Memaksakan diri untuk menikmati produk yang lebih murah, nampaknya cukup sulit. Mengingat rasa dan kualitasnya yang kadang tak sebanding.

Saya rasa kenaikan tarif cukai rokok menjadi biang keladi dari permasalahan ini. Dipaksa naik terus menerus dengan alasan-alasan yang absurd. Di sisi lain, seperti yang disebutkan di paragraf pertama, alhasil rokok idaman bak mantan yang sulit untuk dijangkau kembali.

Kenaikan tarif cukai setahu saya harus berdasarkan banyak hal. Pertama adalah inflasi, maksudnya adalah bahwa kenaikan tarif cukai harus dihitung dengan kondisi perekonomian di Indonesia itu sendiri.

Baca Juga:  Ketika WHO Membantah Pernyataan WHO Terkait Rokok sebagai Penyebab Utama Kematian

Tentu menaikan tarif cukai di tengah kondisi pandemi adalah tindakan bunuh diri. Mengingat, kretek punya sumbangsih besar bagi perekonomian di tanah air. Faktor kedua adalah harus melihat pada daya beli masyarakat.

Jelas sudah bahwa daya beli di masyarakat sedang hancur lebur akibat resesi ekonomi. Sudah begitu masyarakat dihadapkan pada harga rokok yang kian menjulang. Padahal dalam kondisi seperti ini peningkatan daya beli di masyarakat dibutuhkan untuk menopang ekonomi.

Nah, berbahayanya adalah jika produk tak terbeli maka produksi akan menurun. Niscaya, efisiensi pegawai jadi pilihan yang bisa ditempuh. Buruh dirumahkan, tak punya pemasukan, tak mampu membeli sesuatu, ekonomi jadi hancur lebur. Siklusnya akan seperti itu.

Salah kemudian jika melihat komoditas rokok menggunakan kacamata hitam putih. Butuh sudut pandang yang luas untuk melihat kondisi ini. Ekonomi menopang pembangunan sebuah bangsa, dan saat ini bukan hanya negara yang butuh uang masyarakatnya pun juga.

Maka satu hal yang patut disalahkan dari harga rokok saat ini adalah tarif cukai yang terus dipaksakan melambung tinggi. Entah, kapan turunnya, entah kapan berhenti naiknya. Seperti ucapan selamat tinggal untuk mantan, begitu juga harus kita sampaikan pada rokok idaman. Sayonara!

Baca Juga:  Ikuti Aturan PPKM, Pabrik Rokok Batasi Jumlah Pekerja
Komunitas Kretek

Komunitas Asyik yang Merayakan Kretek Sebagai Budaya Nusantara