rokok elektrik

BInsis Rokok Elektrik yang Dikira Baik Itu…

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Industri tembakau adalah bisnis yang menggiurkan. Karenanya, ketika rokok konvensional telah dikuasai pemain lama, orang-orang baru mencari cara untuk mengambil alihnya. Salah dua cara yang dilakukan adalah, melakukan kampanye negatif terhadap rokok, lalu membangun bisnis rokok elektrik untuk mendapatkan cuannya.

Hal ini dibuktikan oleh laporan majalah bisnis Forbes yang menyatakan jika Kate Wang, bos dari perusahaan rokok elektrik RLX menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Ini adalah hal yang menarik, mengingat biasanya di Indonesia selalu disebut jika orang terkaya hadir dari industri kretek. Sebegitu menguntungkannya kah rokok elektrik?

Secara bisnis, industri tembakau memang menggiurkan. Apalagi, di Indonesia, industri ini mampu menghidupi orang banyak. Mulai dari petani (cengkeh dan tembakau), buruh, pedagang, pengusahanya, negara, serta mereka yang ikut terlibat secara langsung atau tak langsung. Setidaknya, 7 juta orang terlibat dalam bisnis ini.

Tak bisa dipungkiri jika orang terkaya di Indonesia memiliki bisnis rokok kretek. Meski kemudian mereka juga memiliki bisnis lain seperti di sektor perbankan. Namun, tetap saja yang namanya bisnis tembakau itu menguntungkan, termasuk bagi mereka yang mengejar cuan di rokok elektrik.

Baca Juga:  Gerbong Kereta Khusus Merokok adalah Hak

Agar kemudian bisnis rokok elektrik jadi menguntungkan, tentu diperlukan satu upaya untuk merebut pasar yang selama ini telah menjadi milik rokok tradisional. Apa itu? Tentu saja kampanye negatif. Karenanya, digaraplah kampanye negatif terhadap rokok, kemudian dibuat seolah vape menjadi jalan keluar bagi para perokok.

Memang sejak dulu narasi pertentangan antara rokok dan kesehatan selalu memiliki kepentingan dagang dan ekonomi. Terutama demi upaya menguasai bisnis tembakau yang memang menggiurkan itu. Agar bisa mengkudeta pemain lama, maka diperlukan langkah strategis yang optimal; membuat masyarakat takut akan rokok.

Kehadiran Kate Wang dalam jajaran orang terkaya telah menunjukkan bahwa upaya itu perlahan telah menemukan jalan. Bisnis vape kian hari kian naik. Walau mendapat serangan dari narasi kesehatan sesekali, semua itu tak mengubah fakta jika samsak utama dari narasi itu adalah rokok konvensional.

Bahkan narasi dagang vape sejak dulu tak pernah berubah; rokok berbahaya, mari beralih ke vape. Atau mereka juga bisa memainkan narasi lain semacam; vape lebih rendah risiko ketimbang rokok konvensional, mari beralih. Pada akhirnya, narasi kesehatan yang dibangun lebih mirip orkestrasi dagang untuk mendatangkan cuan.

Baca Juga:  Rokok Elektrik, Solusi Berhenti Merokok?

Karenanya, tak perlu kita mudah percaya jika rokok jenis baru ini dicitrakan bak malaikat yang menyelamatkan kebutuhan perokok. Tidak, tidak begitu. Pada dasarnya rokok elektrik adalah bisnis yang menguntungkan bagi pemainnya. Narasi kesehatan dibangun sebatas kebutuhan dagang belaka. Kebutuhan dagang mereka tak sebaik narasi yang mereka berikan ke publik.

Aditia Purnomo

Bukan apa-apa, bukan siapa-siapa | biasa disapa di @dipantara_adit