Opini

Man City Juara, Pep Guardiola Merokok

Sebagai olahragawan, kehidupan seorang pesepakbola kerap diidentikkan sebagai kehidupan yang jauh dari rokok. Faktanya ada banyak pesepakbola yang juga merupakan perokok. Tak hanya pemain, tapi juga pelatih. Pep Guardiola jadi salah satu nama pelatih beken yang merokok.

Nama Pep Guardiola berada di daftar teratas pelatih top dunia. Berderet gelar ia raih mulai dari melatih Barcelona, Bayern Munchen, hingga klub asuhannya saat ini, Man City. Klub yang terakhir disebut baru saja berhasil meraih gelar juara Premier League untuk yang kelima kalinya.

Sebuah video viral usai keberhasilan Man City merengkuh gelar liga Inggris. Pep Guardiola bersama dengan staf dan beberapa pemain terlihat sedang merayakan pencapaian mereka di sebuah ruangan. Dalam video tersebut nampak mereka bersukacita diiringi alunan lagu Don’t Look Back in Anger dari Oasis.

Yang menarik, dalam video itu Pep Guardiola merokok. Rokok yang dihisap adalah jenis cerutu.

Masa sih, kan mereka olahragawan?

Ya, terus kenapa? Mau mengutuk? Mau protes? Mau membenci? Ya silakan. Komentar sinis dan cibiran memang sudah biasa mengalir ketika melihat tokoh publik merokok.

Baca Juga:  Kretek dan Catatan Kecurigaan

Lagipula, penampakan banyak olahragawan yang merokok merupakan sebuah fakta yang lazim ditemui. Bukan hal yang luar biasa. Para antirokok saja yang kadung benci pada rokok. Mereka (antirokok) telah sepenuh tenaga membangun citra olahraga jauh dari rokok, hingga kejadian seperti itu mengusik mereka.

Bahkan masih ada daftar nama pelatih top lain yang juga merokok. Ada Maurizio Sarri, Marcelo Lippi, Joachim Loew, Carlo Ancelotti, dan lainnya. Mereka semua punya segudang prestasi sekalipun menjadi perokok.

Kalau mau daftar pemain sepakbola yang merokok, ya lebih banyak lagi. Tinggal ketik “pesepakbola merokok” di mesin pencarian, niscaya sederet nama top akan muncul. Gak percaya? Coba saja, kalian akan menemukan wajah Messi, Ozil, dll.

Perlu digarisbawahi, prestasi yang mereka raih memang bukan dikarenakan aktivitas merokoknya. Tapi, setidaknya mereka menjadi bukti sahih bahwa dunia olahraga dan rokok tak berkontradiksi sebagaimana yang dicitrakan antirokok. Apalagi menyebut perokok sudah pasti buruk dan tak berprestasi, mau kita kemanakan nama-nama beken tadi?

Baca Juga:  Manfaat Nikotin yang Perlu Diketahui

Intinya, jangan terlalu larut dalam mencinta. Jangan terlalu juga dalam membenci. Sedang-sedang saja. Perkara merokok atau tidak adalah kehendak bebas. Semua berhak menentukan pilihannya, termasuk olahragawan. Ya, asalkan sudah di usia dewasa. Kira-kira begitu.

By the way.. congratulations, Pep!

Sumber gambar: Twitter

Penulis di Komunitas Kretek