Petani Tembakau

Petani Tembakau Juga Harus Divaksin

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pemberian vaksin di masa pandemi merupakan upaya yang dinilai efektif untuk pencegahan sebaran Covid, termasuk untuk kelompok petani tembakau. Meski itu bersifat pencegahan, vaksinasi untuk meningkatkan kekebalan tubuh menjadi suatu tindakan penting.

Sebagaimana kita tahu, Indonesia salah satu negara yang terbilang lambat dalam penanganan wabah virus mematikan itu. Beberapa negara seperti Selandia Baru, Singapura, Brunei, dan Vietnam, terbilang sukses menekan angka suspek dan persebaran covid 19. Kini aktivitas ekonomi negara-negara tersebut dapat beranjak normal.

Berbeda dengan kondisi di Indonesia, negara besar dengan kemajemukan masyarakatnya serta kompleksitas lainnya. Dalam hal penanganan covid ini yang kita sesalkan tentunya adalah sikap pemerintah yang tidak tegas dan lamban, termasuk dalam hal distribusi vaksin.

Merujuk data KPCPEN, langkah vaksinisasi kini sudah memasuki tahap ketujuh, Indonesia kembali kedatangan 16 juta dosis vaksin Covid dari Sinovac. Negara dengan jumlah penduduk 271.349.889 jiwa, tentulah tak sebanding dengan penduduk di negara-negara yang tercatat di atas.

Baca Juga:  Cukai Rokok, FCTC, dan Pengaruhnya Bagi Dunia Film

Namun, tentu upaya pendistribusian vaksin harus menjadi prioritas yang tak bisa ditunda-tunda. Termasuk upaya vaksinasi kepada golongan masyarakat yang notabene jauh dari pusat kekuasaan, di antaranya petani tembakau.

Tak ayal jika, Bupati Temanggung kemudian lebih menekankan untuk masyarakat yang dipimpinnya segera mendapatkan vaksinasi. Dikarenakan aktivitas ekonomi yang berlangsung di kotanya, hampir sebagian besar bertumpu pada pertembakauan.

Sebagaimana yang kita tahu, Temanggung adalah daerah penghasil tembakau dengan pendapatan tertinggi berasal dari sektor tembakau. Kehidupan masyarakatnya sebagian besar dari bertani, mengingat belum semua masyarakat Temanggung mendapatkan vaksin.

Terkait kekuatiran Pak Bupati cukup beralasan memang, mengingat lagi Kota Temanggung sebagai sentra penghasil kerap didatangi orang-orang dari luar daerah untuk melakukan perdagangan. Dalam konteks ini, beliau lebih menekankan percepatan vaksinasi untuk semua pelaku ekonomi pertembakauan di daerahnya.

Bukan apa-apa, bayang-bayang ketakutan akan virus Covid ini cukup memberi dampak yang signifikan. Terlebih halnya bagi perekeonomian masyarakat. Ketakutan orang-orang akan pandemi yang tak kunjung teratasi ini akan berpengaruh terhadap harga jual tembakau.

Baca Juga:  Penerapan KTR Tangerang Harus Dibarengi Ketersediaan Ruang Merokok

Sebagai golongan yang ada di hilir industri rokok, tentu kita dapat memahami maksud baik dari kepala daerah Temanggung yang sangat memiliki perhatian terhadap masyarakatnya ini. Tidaklah keliru jika kita mengapresiasi upaya pihak pemerintah daerah yang cukup sigap ini.

Mengingat sebentar lagi musim panen tembakau akan tiba. Pada saat itu tentu saja akan terjadi peningkatan aktivitas masyarakat. Sangat disesalkan jika kemudian ada masyarakat yang terpapar wabah mematikan itu.

Untuk itu, para pihak terkait mestinya turut merespon dengan sigap dalam pelaksanaan vaksinasi. Biar bagaimanapun, vaksinasi ini kan punya tujuan yang baik. Agar terbentuknya herd immunity untuk semua kalangan. Sehingga imunitas yang dimiliki masayarakat dapat terjaga, meskipun sudah menjalani prokes cuci tangan dan memakai masker. Vaksinasi untuk rakyat adalah hal yang perlu disegerakan secara merata.

 

Jibal Windiaz

anak kampung sebelah