tembakau temanggung

Komitmen PT Djarum Pada Tembakau Temanggung

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Boleh dibilang, tembakau dan Temanggung adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Apalagi, begitu banyak masyarakat yang hidup bergantung dari tanaman ini. Meski begitu, ada satu hal yang jarang terbahas ketika membahas tembakau temanggung, yakni tidak bisa dipisahkannya PT Djarum dari komoditas ini.

Ya, PT Djarum dan tembakau temanggung adalah dua hal yang juga tak bisa dipisahkan. Telah puluhan tahun PT Djarum membeli tembakau dari para petani Temanggung. Dari puluhan tahun kerja sama tersebut, bahkan Djarum telah memiliki kemitraan dengan para petani yang bersifat saling menguntungkan satu sama lain.

Salah satu keuntungan dari para petani kemitraan ini adalah kepastian hasil panen mereka bakal terbeli. Jadi, sebelum musim tanam dimulai, gudang akan memberi tahu besaran kuoata pembelian yang bakal mereka lakukan. Hal ini dilakukan agar kemudian petani menanam sesuai kuota hingga hasil panen mereka terserap seluruhnya.

Selain itu, batas harga juga biasanya ditentukan bersama. Dengan begitu, para petani tak merasa rugi ketika harga jual sudah ditentukan di awal. Apalagi, kemitraan ini memungkinkan petani mendapatkan pupuk terlebih dahulu untuk dibayar setelah panen terjual.

Baca Juga:  Vape Hanyalah Satu Bagian dari Agenda Penguasaan Bisnis Nikotin

Semua itu terjadi karena memang tembakau Temanggung dan Djarum tidak bisa dipisahkan setelah hubungan puluhan tahun. Dan karena itu, Bupati Temanggung M. Al Khadziq juga telah memastikan jika Djarum menyerap tembakau dari petani Temanggung. Ini menjadi bukti komitmen dari Djarum untuk petani Temanggung, khususnya kemitraan.

Meski memang kuota pembelian tentu akan turun, mengingat kebijakan cukai dan kondisi pandemi membuat pasar rokok tengah turun. Hal ini juga disebabkan oleh produksi rokok turun lumayan signifikan akibat dampak dari kelakuan pemerintah. Tahun ini kuota pembelian Djarum berkisar antara 3500 ton hingga 4000 ton.

Walau dalam kondisi sulit, pabrikan seperti Djarum tetap berupaya menyerap tembakau yang diproduksi petani. Hal ini bukan hanya sekadar hitung-hitungan bisnis, tetapi bagaimana cara agar perusahaan tetap bisa hidup bersama petani. Istilahnya, sesulit apa pun, semua dilakoni bersama.

Karena itu, wacana pemerintah untuk kembali menaikkan tarif cukai tahun depan tentu bakal kembali berdampak pada nasib petani tembakau di Temanggung. Sudah kondisi hari ini sulit, jika hal tadi terwujud hanya akan menambah beban bagi industri hasil tembakau secara umum dan petani tembakau secara khusus. Mengingat, petani tetap menjadi salah satu pihak terdampak dari kebijakan negara.

Baca Juga:  Chef Renatta Pegang Rokok, Apa yang Salah?

Saat ini, hampir semua komoditas tanaman sulit terserap akibat pandemi Covid-19. Panen bawang, panen cabai, juga jagung di Temanggung kurang terserap. Karena itu, hanya pada ladang tembakau saja para petani di Temanggung bisa berharap untuk mempertahankan hidupnya. Jika memang negara tak mau peduli pada hidup rakyatnya, setidaknya jangan buat hidup rakyat semakin susah.

Mochamad Anthony

Bukan aktivis buruh, cuma buruh kantoran