Olahan tembakau
Opini

Olahan Tembakau Bukan Cuma Rokok

Tembakau adalah salah satu komoditi unggulan di nusantara. Rokok sigaret adalah produk olahan tembakau yang paling banyak diketahui orang. Faktanya, bukan cuma rokok saja, masih ada banyak produk hasil olahan tembakau lainnya, seperti cerutu dan tembakau iris.

Masih seputar dengan rokok, kini sudah berkembang produk alternatif yang juga menggunakan tembakau sebagai bahan utamanya, atau dikenal pula dengan istilah Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL). Produk HPTL meliputi ekstrak dan esens tembakau (bahan cairan vape dan berbagai rokok elektrik), tembakau molasses (shisha), tembakau hirup (snuff tobacco), dan tembakau kunyah (chewing tobacco).

Keberadaan HPTL tersebut semakin menjamur. Sayangnya, alih-alih bersatu melawan agenda anti-tembakau global, sebagai sesama konsumen produk tembakau, konsumen HPTL justru kerap kali ikut menyudutkan produk dan konsumen tembakau konvensional.

Beragam cerutu
Beragam cerutu hasil olahan tembakau

Tinggalkan dulu seputar rokok konvensional dan elektrik. Tak hanya dua kategori itu, tembakau juga bisa diolah menjadi komoditas lain. Pemanfaatan tanaman tembakau sejauh ini masih berfokus pada bagian daunnya, itu sebabnya industri tembakau mayoritas menghasilkan produk rokok. Faktanya, bagian batang tembakau juga pernah diolah menjadi beberapa produk lain.

Baca Juga:  Perlawanan Para Anggota Dewan di Batam Demi Tersedianya Ruang Merokok

Salah satunya adalah kertas. Kertas dapat dibuat dari semua bahan setengah jadi (pulp) yang mengandung selulosa. Batang tembakau memiliki kandungan selulosa mencapai 35-40% yang secara umum dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan bubur kertas (pulp). Proses pembuatan pulp terdiri atas proses mekanis, proses semi kimia, dan proses kimia.

Fermentasi dari selulosa dan bakteri juga dapat menghasilkan bioplastik. Bioplastik adalah salahbsatu alternatif plastik ramah lingkungan karena diperuntukkan sekali pakai. Bioplastik mudah terurai oleh mikroorganisme juga panas matahari.

Ekstraksi daun tembakau juga bisa menghasilkan pestisida nabati. Kini sudah banyak petani yang menyadari bahwa penggunaan pestisida kimia cukup berbahaya bagi keseimbangan alam. Maka tembakau bisa jadi alternatif solusi bagi para petani.

Di atas adalah contoh hasil olahan tembakau selain rokok. Masih ada beberapa contoh lain, seperti kosmetik dan bahan medis. Tak heran jika tembakau dijuluki sebagai “emas hijau”. Memang punya value yang tinggi seperti emas.

Tapi, yang sering luput dari konsentrasi publik, jika ditarik lebih jauh, tembakau juga telah bertransformasi menjadi lauk pauk di piring keluarga petani dan buruh, menjadi bea pendidikan anak-anak kurang mampu, menjadi bangunan rumah sakit, bahkan menjadi program jaminan kesehatan nasional. Iya, semua hal itu mengandung tembakau di dalamnya.

Baca Juga:  Pembangunan RS Paru di Karawang, Jawaban Kretek Terhadap Persoalan Kesehatan Masyarakat

Jadi, bicara tembakau akan sangat kompleks. Ada banyak elemen di dalam mata rantai industrinya. Domain isu pertembakauan tidak bisa diisolasi hanya perkara rokoknya saja, jauh dari pada itu, ada kehidupan manusia di sana.

Fakta lain yang hampir terlewat, bahwa kelompok antirokok pun tergiur dengan ‘hasil olahan’ tembakau berupa pajak. Untung saja Mahkamah Agung tidak mengabulkan akal-akalan mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published.