Opini

Mengenal Rokok Dewa 19 Garapan Ahmad Dhani

Rokok Dewa 19 sebagai merek rokok pendatang baru telah resmi diluncurkan pada suatu event di Surabaya. Ini tentu akan menjadi satu kabar tersendiri bagi Baladewa, sebutan para penggemar band music Dewa 19 yang terbilang legendaris namanya.

Ahmad Dhani selaku pentolan band tersebut menawarkan satu bentuk strategi dagang dengan memanfaatkan popularitas namanya. Termasuk pula popularitas nama bandnya yang sudah sangat dikenal masyarakat. Tentu ini bukanlah suatu hal yang tabu lagi di abad canggih ini.

Mendengar nama band gaek ini tentu pula kita akan mengingat beberapa judul lagunya seperti Mahameru, Kangen, Restoe Boemi, Cukup Siti Nurbaya, dan sederet lagi lagu-lagu manis yang pernah mengisi kenangan di era 90-an.

Tapi maaf, kalau saya menggunakan kata ganti kita, yang sebetulnya bisa jadi saya saja dalam konteks ini yang sempat mengenyam masa-masa indah menikmati lagu-lagu grup yang bermarkas di Jalan Darmawangsa dalam Selatan No.7, Jakarta Selatan. Tetapi tentu tidak ada kelirunya bukan, mengingat pembaca tulisan ini pun beragam.

Lagu-lagu dari grup legendaris Dewa 19 yang dimainkan oleh lima personel saat itu memang sangat hype. Dimana pada masa itu terbilang emenjadi trend setter orang-orang muda pada zamannya. Ada Dhani Ahmad (keyboard, vokal), Erwin Prasetya (bass), Wawan Juniarso (drum), dan Andra Junaidi (gitar).

Grup band ini telah meraih kesuksesan sepanjang dekade 1990-an dengan vokal Ari Lasso dan dekade 2000-an dengan vokal Once Mekel. Bintang Lima sebagai debut album kelima mereka sempat meraih puncak penjualan tertinggi pada tahun 2000, dengan angka penjualan hampir 2 juta keping.

Baca Juga:  Etika Merokok adalah Kunci untuk Mengurangi Diskriminasi Terhadap Perokok

Segudang prestasi telah mereka raih melalui karya-karya ciamik mereka. Sepanjang karir bermusik mereka, telah beragam penghargaan diraih. Di antaranya penghargaan bergengsi BASF Award. Selain pula dikenal memiliki salah satu album terlaris yang kemudian dinobatkan oleh majalah Hai sebagai band terkaya di Indonesia, dengan pendapatan 14 milyar setahun.

Debut grup musik ini memang sungguh jempolan. Lagu-lagu mereka tidaklah diragukan lagi kepopulerannya. Demikian mengena dan dikenang sepanjang masa oleh para penggemarnya, ya, para penggemar Dewa 19 ini dikenal dengan sebutan Baladewa.

Kepada Baladewa, Dhani menyerukan satu bentuk penawaran kerjasama bisnis untuk sedikitnya menguji loyalitas penggemarnya. Para Baladewa diajak untuk berbisnis bersamanya untuk menjadi distributor dari rokok bermerek sama dengan nama band kesayangan mereka.

Sayaratnya sangat mudah untuk menjadi distributpr rokok tersebut, yakni hanya dengan membeli 7400 pack. Siapapun sudah bisa menjadi distributor dari rokok tersebut.

Dhani mengklaim, lagu-lagu Dewa 19 terbilang bermuatan lokal, sebangun dengan konten dari rokok yang dipeloporinya itu. Dengan bahan baku tembakau dan cengkeh, dimana kesemua itu berasal dari dalam negeri. Tidak ada yang didatangkan dari luar negeri.

Dhani sebagai ambassador dari rokok besutannya itu menawarkan sesuatu yang memberi kebanggaan bagi masyarakat pecinta musik dan para perokok umumnya. Bahwa produk tembakau yang ditawarkannya seolah-olah telah mewakili pula semangat atas karya-karyanya yang juga mengusung nilai-nilai khas orang Indonesia.

Baca Juga:  Kebijakan Cukai dan Kegalauan Pemerintah

Sebagaimana kita tahu, di era serba canggih ini, rokok kerap kali dicap negatif oleh sebagian besar masyarakat yang menilai semata dari sisi kesehatan. Produk tembakau oleh kalangan semacam itu dianggap sudah tidak kompatibel dengan paradigma kesehatan modern di abad post truth ini.

Bahkan, rokok kerap dicap sebagai biang kerok segala penyakit. Konsumennya kerap pula mendapat stigma pesakitan, lebih menusuk lagi dituding sebagai beban negara. Tudingan tersebut terlontar dari menteri keuangan yang setiap tahun menjadi penentu dari kenaikan cukai rokok.

Namun, meski rokok kerap dicap seburuk itu, produk tembakau ini sebagai sebuah produk industrial tetaplah mendapat posisi yang menjanjikan. Iya tentu ada nilai keuntungan dari bisnis tersebut. Salah satu buktinya, artis gaek multiinstrumentalis macam Ahmad Dhani demikian optimis memanfaatkan popularitas diri dan bandnya untuk berjualan rokok.

Ini menandakan, bahwa dari sisi ekonomi, rokok tetaplah memberi peluang penghidupan bagi siapapun itu. Meski produk Indus.tri Hasil Tembakau adalah satu-satunya produk konsumsi yang etrikat oleh banyak aturan ketat yang merepotkan. Saya beri ucapan selamat kepada Ahmad Dhani dan nama band yang telah beralih citra letak di bungkus rokok

Penulis di Komunitas Kretek

Leave a Reply

Your email address will not be published.