Membela Zaskia Adya Mecca: Merokok Adalah Hak

Zaskia Adya Mecca merokok

Zaskia Adya Mecca salah satu artis ftv lawas yang sudah jarang tampil di layar kaca. Banyak yang belum tahu jika dahulu Zaskia ini adalah seorang perokok. Hal ini mungkin banyak tidak diketahui oleh media bahkan masyarakat luas, namun ternyata ia adalah perokok. 

Zaskia sendiri mengaku bahwa ia dulu adalah perokok. Hal ini ia akui secara gamblang ketika ia menceritakan masa lalunya saat menjadi bintang tamu di kanal youtube Alanabi ID. Ketika masa kejayaannya, Zaskia diterpa masalah dengan beredarnya foto ketika ia merokok.

Mengingat Zaskia adalah ikon remaja muslimah waktu itu, sontak keluarga besar Zaskia marah besar. Mengingat waktu itu, Zaskia adalah ikon remaja muslimah. Bahkan, Ibunda Zaskia nekat ingin mengakhiri hidup dengan adanya kasus tersebut. Hal ini menjadi pukulan besar dalam hidup seorang Zaskia Adya Mecca.

Tidak ada yang bisa menolak dan mengontrol rasa kecewa. Kekecewaan bisa datang dari hal apapun, termasuk melihat orang yang disayang ternyata adalah seorang perokok. Perilaku apapun bisa dibenci. Yang baik bisa dicari celah buruknya, yang terlihat buruk ya belum tentu buruk.  

Termasuk perilaku yang masih dipandang buruk oleh banyak orang adalah merokok. Kita sebagai perokok pasti paling minim satu dua kali sudah pernah merasakannya. Dalam hal ini, perempuan menjadi sasaran empuk dalam stigma merokok oleh masyarakat. Padahal rokok dan merokok itu tidak terikat gender, siapapun boleh merokok asal sudah sesuai umur yang telah ditetapkan oleh undang-undang di Indonesia (18+). Merokok adalah hak asasi pribadi manusia. 

Baca Juga:  Koboi-Koboi Berkulit Coklat

Perempuan yang merokok pun tidak harus yang tidak berhijab. Yang berhijab juga boleh merokok. Tidak ada hukum agama yang melarang perempuan berhijab untuk merokok. Hukum agama yang ada saat ini pun juga ada banyak. Semua bisa diikuti atau dipilih sesuai kebutuhan sendiri. Halal dan haram itu ada alasannya masing-masing.

Sulit memang mendapatkan ruang nyaman bagi perokok di Indonesia. Terlebih untuk perempuan. Yang tidak berhijab dituduh nakal dan tak beradab, yang berhijab lebih-lebih lagi. Dianggap nakal, dianggap tak cocok dengan hijab, dianggap melanggar norma, dll.

Saya pribadi sudah muak dengan hal-hal seperti ini yang selalu menjadi fokus masyarakat. Padahal ada hal lain yang lebih bermanfaat yang bisa dilakukan daripada menggunjing perempuan perokok.

Tentu dalam hal ini saya akan membela Mbak Zaskia Adya Mecca. Bukan apa-apa, saya membela haknya dia sebagai manusia yang memilih untuk merokok, walaupun itu sudah terjadi dulu. 

Hak ini sebenarnya tidak boleh diganggu gugat oleh siapapun, kecuali orang tersebut memang memiliki kesepakatan dengan orang lain (suami/istri, anak, orang tua) yang didasari oleh keadilan atau alasan lain yang membuat perokok ini harus berhenti merokok. Kalau dengan kesepakatan tersebut sudah didasari keadilan dan perokok ini memilih untuk berhenti merokok, ya sangat tidak apa-apa.

Baca Juga:  Nahdliyin Turut Menyoroti Wacana Revisi PP 109/2012

Untuk kalian, terutama teman-teman perokok perempuan yang berhijab maupun tidak, tidak usah fokus dengan cemoohan orang-orang yang membenci kita. Yang terpenting, kita harus menerapkan adab perokok santun. Merokok pada tempatnya, tidak membuang puntung sembarangan, tidak merokok di dekat orang-orang yang rentan, membeli rokok pun tidak menyusahkan orang lain alias beli sendiri, itu sudah sangat bagus.

Yang menjadi catatan adalah merokok itu bukanlah aktivitas kriminal. Aktivitas ini dilindungi oleh peraturan terkait. Rokok sendiri sudah diatur dalam undang-undang, termasuk produk rokok itu sendiri, peredarannya, dll.