Press ESC to close

Gempur Rokok Ilegal Adalah Usaha yang Sia-sia

Masifnya peredaran rokok ilegal kini kian membabi buta. Dahulu, rokok ilegal hanya bisa ditemukan di warung tertentu. Namun sekarang, warung biasa di pinggir jalan pun terang-terangan memajang rokok illegal bersandingan dengan rokok legal. Rasanya, jargon pemerintah untuk gempur rokok ilegal belum berjalan dengan semestinya. 

Pada mulanya, rokok ilegal hadir di tengah Masyarakat akibat dari kebijakan pemerintah yang terus-menerus menaikan cukai rokok. Banyak konsumen yang tidak mampu membeli rokok kemudian beralih ke rokok ilegal. Melihat peristiwa tersebut dan melihat tingginya permintaan pasar akan rokok Ilegal, mafia pun bergerak cepat untuk memenuhi kebutuhan tersebut. 

Saat ini, pemerintah sedang gencar-gencarnya dalam menggempur peredaran rokok ilegal. Melalui Bea Cukai, banyak sekali produk rokok ilegal yang diringkus dan dibasmi dengan cara dibakar. Jika melihat berita mengenai rokok ilegal, banyak sekali artikel yang mengabarkan kesuksesan Bea Cukai dalam memberantas produk rokok ilegal. 

Namun pertanyaannya adalah mengapa banyak produk rokok ilegal yang dibasmi, namun rokok ilegal seperti tidak pernah hilang? Bahkan sepenglihatan saya, dibasmi 1 tumbuh seribu dan berlipat ganda. Sungguh fenomena yang Ajaib. 

Baca Juga:  Larangan Total Iklan Rokok Tidak Disetujui Kemenkumham

Kampanye gempur rokok ilegal yang dilakukan pemerintah merupakan usaha yang sia-sia. Mengingat pemerintah tidak pernah benar-benar menyentuh produsen rokok ilegal. Hanya membabat Semak belukar, tidak pernah mencabut akarnya.

Bahkan beberapa kali saya membaca di internet, pihak bea cukai yang mestinya memberantas rokok ilegal justru malah menjadi tameng dan bekerja sama dengan produsen rokok ilegal. Hal ini berimbas kepada ketidakpercayaan Masyarakat kepada Lembaga tersebut. 

Kemudian banyak Masyarakat yang awalnya hanya mencoba rokok ilegal namun sekarang malah menjadi bangga mengkonsumsi rokok ilegal. Hal yang mereka yakini adalah mau rokok ilegal atau legal sama-sama hanya memperkaya pejabat saja. Cukai rokok tidak dipergunakan semestinya untuk Pembangunan Negara. 

Begini, pemerintah menaikkan cukai rokok itu dalam upaya untuk menambah pemasukan untuk negara. Selain itu juga untuk membatasi prevalensi perokok di bawah umur. Nah, peredaran rokok ilegal ini sangat mempengaruhi menurunnya pemasukan negara melalui cukai rokok. Pemerintah kemudian menganggarkan biaya yang tidak sedikit untuk memberantas rokok ilegal. Dana untuk memberantas rokok ilegal juga diambil dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT),

Baca Juga:  Rokok Ilegal dan Lucunya Pemerintah Kita

Dengan menaikkan cukai rokok pemasukan pemerintah tidak mencapai target, prevalensi orang merokoknya pun tidak turun. Pertanyaanya mengapa tidak sekalian menurunkan cukai rokok saja? Dengan menurunkan cukai rokok artinya harga rokok tidak semahal sekarang. Konsumen rokok masih mampu untuk membeli rokok ilegal yang pasti berimbas untuk pendapatan negara. 

Dengan begitu, rokok ilegal pasti akan mati dengan sendirinya. Jadi, pemerintah tidak perlu banyak gimmick untuk menggempur rokok ilegal. Buang-buang waktu saja. 

Bagas Nurkusuma Aji

Bagas Nurkusuma Aji

Videografer di Komunitas Kretek. Lahir dan besar di Turi, Sleman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *