Debat Capres Terakhir Bakal Bahas Isu Tembakau?

capres isu tembakau

Sudah empat sesi debat capres dan cawapres dilangsungkan. Mulai dari isu HAM, demokrasi, perekonomian, pertanian, keamanan, lingkungan, energi, hingga pangan telah dibahas. Namun, dari semua isu yang dibahas, tidak pernah dibahas dalam debat capres yakni isu tembakau. 

Mungkin ini terlihat sederhana, karena tembakau akan dianggap sebagai isu yang terpinggirkan. Meski kemudian, ketika membahas perekonomian, perlu diingat jika cukai tembakau menjadi salah satu sumber pemasukan terbesar negara ini. Karena itu, sudah sepantasnya jika isu tembakau ikut terbahas di debat capres. 

Ada banyak hal yang perlu dibahas tentang tembakau pada isu kebijakan, terutama di urusan perekonomian. Misalnya, pada tahun 2023 target penerimaan cukai tidak mencapai target. Bahkan, bukan hanya tidak mencapai target, penerimaan cukai tahun lalu lebih rendah dari penerimaan tahun 2022. Satu hal yang penting untuk dipertimbangkan dalam dalam pengambilan kebijakan cukai ke depannya. 

Tidak hanya soal cukai, di isu pertanian, para petani juga sebenarnya menunggu dibahasnya suatu kebijakan yang bisa membantu mereka. Jangan cuma memberi pupuk dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau saja, tapi dibutuhkan satu kebijakan yang bisa membantu mereka dalam menghadapi musim yang buruk. 

Baca Juga:  Mengapa Kretek Mild Menjadi Amat Digemari Masyarakat?

Isu Tembakau dan Kretek

Suka atau tidak, tembakau dan kretek adalah salah satu komoditas dan produk yang memberi penghidupan pada begitu banyak masyarakat kita. Karena itulah, banyak orang yang menunggu pembahasan tembakau di debat capres untuk melihat bagaimana sikap mereka terhadap isu ini. Agar masyarakat bisa melihat, siapa calon yang cocok untuk dipilih dan tidak memusuhi tembakau. 

Sialnya, industri hasil tembakau selama ini hanya dijadikan sapi perah. Uang cukainya dikejar, tetapi tidak pernah ada upaya mendengar dan mewujudkan harapan masyarakat kretek. Hampir seluruh regulasi dibuat dengan upaya mematikan masyarakat kretek. Dampaknya, tentu saja, industri kretek hari ini dalam kondisi yang berat. 

Melihat semua persoalan ini, sudah sepantasnya pemangku kepentingan kretek mengharapkan pemimpin baru yang berani membela industri tembakau. Kalaupun tidak bisa mendukung industri ini, setidaknya regulasi dibuat yang moderat dan adil untuk semua pihak. Atau setidaknya, ya jangan seperti Jokowi dan Sri Mulyani lah yang membuat industri kretek menjadi seperti sekarang. 

Baca Juga:  Mengenal Perda KTR Lebih Dalam

Di debat capres terakhir, tentu pemangku kepentingan amat berharap jika isu tembakau bisa hadir dan dibahas oleh para capres. Apalagi, tema yang dibawa sangat cocok mengingat debat terakhir ini akan membahas soal kesejahteraan sosial, kebudayaan, pendidikan, teknologi informasi, kesehatan, ketenagakerjaan, sumber daya manusia, dan inklusi. 

Pertanyaannya, meski tema di debat terakhir ini sangat cocok untuk membahas tembakau, akankah hadir pertanyaan terkait tembakau dari setiap calon atau panelis? Jika pun akan ada bahasan tentang tembakau, apakah pembahasannya hanya terkait pengendalian atau akan lebih komprehensif terkait masa depan industri ini? 

Aditia Purnomo