kretekus-ceria

Tips Menjadi Curanrek yang Baik

  • 83
  •  
  •  
  •  
  •  
    83
    Shares

Persoalan korek hilang bagi perokok memang kerap terjadi, saya sendiri pun sering mengalaminya. Memang korek menjadi barang yang berharga bagi perokok. Sampai ada statement bahwa lebih baik kehilangan rokok daripada korek, dari sini kita bisa lihat seberapa pentingnya korek.

Kesal sekali jika korek yang baru saya beli langsung hilang begitu saja. Kesalnya sama seperti kehilangan sinyal saat main mobile legend. Memang tidak seberapa harganya dibandingkan harga satu bungkus rokok. Tapi peran korek ini sangat fundamental.

Suatu ketika saya harus jalan ratusan meter untuk membeli korek. Tidak ada orang di sekitar saya yang lewat. Begitu sial memang hari itu karena ulah si bandit korek.

Karena sering kehilangan korek, sempat berpikir untuk mencoba menjadi bandit korek yang baik. Oleh karena itu saya belajar dari salah satu pensiunan bandit korek yang terbaik.

Suatu hari saya mengatur jadwal dengan pensiunan bandit korek ternama dari Jatiwaringin, mauk. Faiz Muflih namanya. Secangkir kopi dan rokok menemani pembelajaran menjadi curanrek yang baik.

Baca Juga:  Tips Mudah Berhenti Merokok

Ini tips pertama yang diajarinya, saya harus mengunci targetan yang akan menjadi sasarannya. Kalo diandaikan seperti sniper yang menyasar targetannya, ada warna merah yang besar sampai yang kecil, menjadi sasaran utamanya.

Kedua, kita harus mengendalikan suasana. Agar si puya korek tidak lagi waspada terhadap koreknya. Bahkan kalau bisa, kita bikin target sampai lupa kalau ia bawa korek. Hal yang harus dicatat tidak boleh memlancarkan aksi jika target hanya 2 orang. Itu akan membuat kita mudah terhendus sebagai bandit korek.

Ketiga, kita harus menyimpan hasil targetannya ke tempat yang tidak lumrah. Contoh kita bisa menaruhnya di kaos kaki, atau ke dalam sepatu, bahkan kita bisa melipat di lipatan celana. Karena pada umumnya korban akan memeriksa saku baju dan celana. Kalaupun ingin menaru di tas kita harus menempatkannya di tempat yang strategis, misalnya di sela-sela buku dan tempat yang tidak mudah dijamah oleh si korban.

Keempat, kita harus bisa munuduh orang lain. Hal ini diperlukan saat si korban mengetahui bahwa koreknya hilang. Seperti pepatah lempar batu sembunyi tangan, prinsip ini harus dipakai. Kita bisa menuduh teman yang sekiranya mempunyai korek yang sama atau menuduh teman yang tidak kuat dalam berargumen. Hal ini bisa membuat kita dalam posisi yang nyaman dan tidak menjadi tertuduh.

Baca Juga:  Pemerintah DKI Jakarta Jangan Latah Membuat Raperda KTR

Kelima, kita harus pintar berdalih dan ngeles. Saat kita tertangkap basah oleh korban, kita harus pandai-pandai berdalih. Misalnya dengan perkataan tangan suka refleks atau dengan dalih kirain ini korek gua. Hal ini bisa membuat korban tidak selalu curiga tehadap kita.

Itulah tips dari seseorang pensiunan bandit pencurian korek yang profesional. Kejahatan tidak terjadi karena niat si pelaku, tetapi karena ada kesempatan. Wapadalah bandit-bandit curanrek, karena bandit ini ada di sekitar kita.

Wahyu Heri

Banyak buku, sedikit nyender, tapi tidak oleng.