Pemanfaatan Sampah Rokok

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Teman saya sering membuat asbak dari bungkus rokok ketika tidak ada asbak saat merokok. Dia tidak mau membuang abu dan putung rokok di sembarang tempat. Alasannya sederhana, dia tidak mau merepotkan orang lain, karena membuang abu dan putung rokok bisa merepotkan orang lain. Tak hanya itu, dia menyimpan bungkus rokok di  sakuya sampai dia menemukan tong sampah.

Membuang sampah di sembarang tempat menjadi masalah kesadaran kita untuk menjaga lingkungan. Kita sering menyalahkan alam atas bencana yang terjadi tanpa mengoreksi diri bahwa kita juga menyumbang penyebab terjadinya bencana. Atau kita sering menyalahkan petugas kebersihan atas kotornya lingkungan tanpa menyadari bahwa kita sendiri yang tidak membuang sampah pada tempatnya.

Kesadaran inilah yang harus ditanamkan kepada perokok untuk membuang sampah rokok pada tempatnya. Baik itu abu, puntung, bahkan bungkus rokoknya. Sukur-sukur perokok bisa memanfaatkan sampah rokok menjadi bahan yang berguna.

Seperti yang dilakukan oleh seniman Bank Sampah Nusantara (BSN), Yusuf. Dia membuat berbagai lukisan dengan bahan limbah Koran dan sisa tembakau dari puntung rokok. Karya-karyanya sudah dipamerkan di berbagai pameran dan dipasang harga minimal satu juta rupiah.

Baca Juga:  Tak Bisa Berkurban dan Haji Karena Merokok Itu Cuma Pikiran Orang Tak Mampu

Hampir di semua karyanya, Yusuf menggunakan sisa tembakau miliknya sendiri. Dia menyimpan puntung rokok di toples bekas obat.

Yusuf adalah salah satu orang yang bisa memanfaatkan sampah rokok. Ada banyak pengrajin di Indonesia yang memanfaatkan sampah rokok menjadi nilai jual tinggi.

Tangan-tangan kreatif bisa mengubah bungkus rokok menjadi asbak, tas, miniatur, hiasan dinding dan sebagainya. Abu rokok bisa dimanfaatkan untuk memupuk tanaman, melukis, dan beberapa dari rokok kretek diyakini bisa dijadikan obat. Bahkan filter dari puntung rokok pun bisa dimanfaatkan.

Sampah, termasuk puntung, rokok bukanlah barang tidak berguana sama sekali. Akhir-akhir ini banyak ilmuwan yang meneliti dan mendaur ulang puntung rokok. Tim peneliti RMIT University, Australia, meneliti filter putung rokok sebagai bahan campuran material pelapis permukaan jalan. Menurut mereka, bahan campuran dari puntung membantu mengurangi suhu udara panas di perkotaan.

Tak hanya itu, mereka juga meneliti kegunaan puntung rokok untuk bahan campuran batu bata. Dr Abbas Mohajerani dan timnya menemukan bahwa penambahan puntung rokok ke dalam campuran tanah liat dapat mengurangi energi yang diperlukan untuk memanggang batu bata, dan juga meningkatkan sifat insulasi mereka.

Baca Juga:  Udud Mbako dan Endhong-Endhongan di Banyumas

Di Brazil, puntung rokok didaur ulang menjadi kertas. Daur ulang ini dilakukan oleh sebuah pabrik di Votorantim, Sao Paulo, Brasil. Mereka berhasil mendaur ulang filter rokok menjadi kertas dengan beberapa tahapan. Mulai dari pemilihan bahan, penyaringan hingga pembentukan kertas. Sedangkan di China, para ilmuwan menemukan bahwa bahan kimia yang diambil dari filter puntung rokok bisa melindungi pipa-pipa baja agar tidak berkarat.

Ya, kita belum bisa mencontoh apa yang di lakukan negara-negara tersebut. Setidaknya kita pun bisa memanfaatkan filter sebagai busa bantal. Seperti yang dicontohkan oleh salah satu fanpage, Ladang UANG KITA. Mereka menjelaskan bahwa filter puntung rokok bisa dijadikan bantal.

Furqon Nazali

Bergembira sebelum negara api menyerang