Saus Rahasia si Gadis Kretek

  • 69
  •  
  •  
  •  
  •  
    69
    Shares

Jika kesetaraan gender telah sejak lama diteriaki bahwa laki-laki dan perempuan itu sama. Lalu mengapa ada stigma kalau perempuan yang merokok itu tidak baik? Suatu kemunduran-kah?

Padahal jelas, jaman nenek moyang kita, kaum wanita merokok (ngeses) dan tidak ada yang beranggapan negatif tentang itu.

“perempuan itu bersembunyi sambil merokok. Gudang yang beratap tinggi seolah menjadi tempat yang bebas bagi aroma tembakau untuk menguar di udara, merayap atap-atap. Soeraja selalu tahu, kecintaan Jeng Yah pada kretek. Entah mengapa, begitu saja dia tahu kalau Jeng Yah pasti bersembunyi di situ.” – hal 217

Gadis Kretek, novel karya Ratih Kumala ini tidak hanya menyajikan romansa percintaan, tapi juga persaingan usaha jenis kretek, serta sedikit menceritakan runtutan sejarah sebelum dan setelah kemerdekaan bangsa Indonesia.

Soeraja yang saat itu bersusah payah mencari modal untuk mendirikan usaha kretek, medapat ide untuk meminta dana ke salah satu partai politik yang ada di kota M. Ia berharap setelah mendirikan pabrik kretek, ia bisa segera menikahi Dasiyah, si gadis kretek.

Baca Juga:  Menghikmati Anugerah Tembakau Melalui Festival Tungguk Tembakau

Usahanya untuk meminta modal ke partai politik membuahkan hasil. Dengan catatan, nama dagangnya haruslah berkaitan dengan partai tersebut.

“Namanya sudah ada. Namanya sesuai permintaan mereka: Kretek Cap Arit Merah.” –hal 219

Jika kisah manusia memang hanya ditakdirkan untuk membuat rencana dan yang menentukan jalan kehiduapan adalah yang Maha Kuasa, maka kisah kehidupan tokoh dalam novel jelas ditentukan oleh penulis.

Sang penulis kembali menjatuhkan asa Soeraja, baru seumur jagung pabrik kretek Soeraja didirikan, dan tiga minggu sebelum acara pernikahannya dengan Dasiyah terlaksana, tatanan kehidupan di kota M kacau. Sebuah petaka sejarah telah mengubah banyak hal. Jendral Achmad Yani, Letjen M.T. Harjono, dan Letjen. S. Parman adalah segelintir nama-nama yang menjadi korban sebelum kekacauan itu terjadi.

Layaknya efek domino akibat kerusuhan yang terjadi, pabrik yang dulu dirintisnya hancur, Ia juga gagal menikah dengan Dasiyah. Orang-orang mulai mencarinya, bukan untuk menikahkannya, tapi untuk menghanyutkan jasadnya ke sungai Pepe. Soeraja berlari, dan terus menjalankan kehidupan dengan terus bersembunyi.

Sampai akhirnya persembunyiannya diketahui oleh Purwanti, anak dari gadis saingan bisnisnya Gadis Kretek.

Baca Juga:  Petani Tembakau Hadapi Ancaman La Nina

Lagi, penulis memainkan alur cerita yang tak disangka. Harapan Soeraja untuk bisa bersatu dengan pujaan hati haruslah pupus untuk selamanya, Pur telah menyatakan bahwa ia menaruh hati pada Soeraja. Rasa tak enak menolak hati gadis itu muncul karena ia tahu, jika menolak berarti ia akan kehilangan segalanya. Kabar pernikahan terdengar oleh Dasiyah, ia menerima keputusan akhir dari Soeraja.

Kretek Djagad Raja mulai ditemukan di pasar di kota M. Rukayah, adik dari Dasiyah memberikan kretek itu padanya.

“Yu Yah mengambil sebatang, dan kunyalakan geretan, menyulut sebatang kretek itu, sambil kubilang tak apa memang ia ingin marah. Belum habis kretek itu diiisapnya, tiba-tiba ia menghapus air matanya. Yu Yah berdiri……” – hal 260

Kisah percintaan antara Soeraja dan Dasiyah diakhiri dengan lampu petromak yang melayang mengenai kepala Soeraja, hal itu dilakukan oleh Dasiyah tepat sebelum ijab kabul antara Soeraja dengan Purwanti.

Kisah masa lalu Soeraja kembali terungkap ketika Ia hendak “Mangkat”,  nama Jeng Yah-lah yang terucap. Dengan kesal dan rasa cemburu yang membakar Purwanti menangis.

Baca Juga:  3 Khilaf Yang Biasa Dilakukan Perokok

Ratih Kumala dalam karya novelnya menegaskan keberadaan kretek yang tak terpisahkan dengan kehidupan rakyat, terutama bagi mereka yang hidup dan ikut merintis perkembangan industri kretek di Indonesia.

Novel Gadis Kretek menggiring pembaca pada penggalian jejak-jejak keberadaan industri kretek rumahan yang tersebar, terutama di Pulau Jawa. Aroma khas kretek perpaduan tembakau dan cengkih menyeruak dalam setiap lembaran cerita yang dibumbui intrik drama di dalamnya.

Jeng Yah belakangan diketahui merupakan pemilik pabrik Kretek Gadis. Rokok kretek bikinannya sangat legendaris dan memiliki cita rasa yang tak tertandingi. Selain punya resep rahasia, Jeng Yah diyakini memiliki air ludah manis yang dipercaya telah menambah khas rasa kretek lintingannya. Dari sisi ini kita bisa menarik kesimpulan bahwa pada babak awal industri kretek, sosok perempuan telah memberi andil besar bagi kejayaan industri kretek yang turut memakmurkan bangsa. Seperti halnya pula Nasilah istri dari raja kretek, yang dari berbagai sumber kita ketahui peran pentingnya di balik kesohoran Nitisemito di panggung sejarah industri kretek.

Anjar Fatimah

Penyuka Vanila Ice Cream