3 Gaya Bebas Yang Biasa Dilakukan Perokok
Ragam

3 Gaya Bebas Yang Biasa Dilakukan Perokok

Percaya atau tidak, merokok bisa meningkatkan kreativitas seseorang. Mulai dari imajinasi sampai dengan karya-karya fenomenal banyak dilahirkan oleh perokok setelah mengisap produk legal penyumbang cukai terbesar ini. Banyak tokoh—yang juga perokok—tetap berkarya sambil menikmati aktivitas merokoknya.

Merokok menjadi aktivitas yang menyenangkan bukan hanya karena kreativitas dan sensasi rileks yang ditimbulkan, tapi juga karena bisa meningkatkan level keren seseorang. Oke, ini opini saya. Jadi, tolong hargai. Saya coba sampaikan beberapa gaya bebas yang, menurut saya, dapat membuat seseorang jadi lebih keren.

Memutar Rokok di Jari

Entah siapa yang pertama kali menemukan gaya ini. Saat seseorang sedang asyik merokok, kadang (tanpa disadari) tangannya mulai bermain dan memindah-mindahkan rokok dari jari ke jari. Jangan sembarangan, gaya ini butuh keahlian khusus. Bara api yang menyala adalah faktor utama yang membuat gaya ini terasa menantang untuk dicoba.

Semakin piawai, kamu akan semakin keren. Setidaknya begitu menurut saya. Gaya ini hanya akan terlihat keren jika benda yang diputar adalah rokok. Bayangkan jika yang diputar-putar di jari adalah foto mantan pacar yang dulu mutusin kamu karena beda agama. Keren kagak, nyesek iya. Apalagi mantanmu itu sudah nikah sama orang yang beda agama pulak. Amsyooong!!111!

Buat kalian yang belum terbiasa melakukan gaya ini, saran saya, berlatih dululah. Pelan-pelan saja. Terus mencoba dan tetap sabar.Kalau gagal? Yaa, coba lagi. Kalau gagal terus? Ya, terima saja, mungkin level kerenmu memang sebatas itu.

Baca Juga:  Manfaat Rokok Bagi Masyarakat di Sektor Pertanian

Oh ya, berlatihnya pakai rokok, yhaa.

Menyelipkan Rokok di Telinga

Nah, gaya yang kedua ini pasti bisa dilakukan oleh siapa pun. Tak butuh keterampilan khusus untuk melakukan gaya ini. Biasanya, rokok yang diselipkan di telinga adalah sisa batang terakhir alias rokok koncian. Menyimpan sebatang rokok di kantung atau di tas akan berisiko patah. Maka, celah antara daun telinga dengan kepala bisa dijadikan tempat penyimpanan alamiah.

Jangan salah, seseorang yang bukan perokok pun banyak yang gemar melakukan gaya ini. Mantan saya, misalnya, dulu sering sekali meminjam rokok saya hanya untuk sekadar diselipkan di telinga. Belum diketahui pasti apa motivasinya, mungkin dia iri dan mau terlihat keren seperti saya. Bisa saja…

Sudah, jangan bahas mantan, Mblo!

Membuat Kepulan Asap Berbentuk O

Kalian perokok? Siapa di antara kalian yang gak pernah mencoba gaya ini? Pasti semua perokok pernah, kan?

Gaya ini dianggap sebagai gaya dasar yang wajib hukumnya untuk dikuasai oleh perokok. Kadang seorang perokok merasa minder kalau gagal. Maksudnya, kepulan asap yang keluar tidak berbentuk motif apa pun alias abstrak. Saya pernah mengalami; merasa minder karena sudah terlanjur memonyongkan cangkem, tapi kepulan asap yang keluar malah berbentuk Andika Kenjen Ben.

Gakusah dibayangin, Lur. Kasihan otakmu. Heuheu

Baca Juga:  Museum Kretek, Situs Sejarah Budaya Kudus

Itulah 3 gaya bebas yang biasa dilakukan oleh perokok versi Ondespot. Kamu punya gaya lain? Silakan ditambah sendiri.

Penulis di Komunitas Kretek