4 Cara Perokok dalam Menawarkan Rokok dan Itikad Baik di Baliknya

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Lur, tahu gak sih kalau perokok itu punya cara-cara yang berbeda saat menawarkan rokok ke sesama temannya yang perokok? Iya. Di balik setiap cara maupun penawaran terkandung itikad baik di baliknya. Cara-cara ini sebetulnya berkaitan dengan yang pernah saya alami saat silaturahmi alias bertamu ataupun nongkrong dengan sesama perokok. Cara menawarkan rokok ini juga bisa dibilang bagian dari etika yang tak tertulis di kalangan perokok. Dan ada juga sebagian kalangan yang akan lekas menarik kesimpulan kenapa kita bisa diperlakukan seperti itu. Iya, saya adalah sebagian dari kalangan itu. Mau tahu banget? Yuk kita ketahui bersama hasil dari pengalaman berikut:

Pertama. Jika kamu bertamu ke suatu acara tertentu yang di situ kamu dipandang sebagai orang yang “dituakan” alias orang yang cukup punya pengaruh. Dan mereka cukup mengenal betul kebiasaanmu merokok. Biasanya akan ada sebungkus rokok yang ditaruh di depanmu. Ada juga yang berusaha santun mengumpan pertanyaan basa-basi, “rokoknya masih kretek 76 kan, Pak?”. Padahal rokok yang akan disodorkan memang sudah disiapkan sejak awal.

Baca Juga:  Hak atas Tubuh Perokok Bukan Monopoli Orang Saleh

Kedua. Pernah kan kamu kalau lagi nongkrong di kafe atau di warung kopi bersama beberapa kenalan baru lantas disodori sebungkus rokok yang itu adalah rokok yang berada di meja kumpul? Cara mereka menawarkannya pun cukup dengan menggeserkan rokok atau memindahkan rokoknya ke depan kamu. Nah itu artinya, mereka adalah tipe-tipe kenalan baru yang ingin berteman lebih akrab dengan kamu. Karena cara seperti itu biasanya cara anak tongkrongan yang karakternya boleh dibilang tidak terlalu suka hal-hal formal. Dan bukan mustahil sifat atau karaktermu sudah ditengarai oleh mereka.

Ketiga. Bagian ini adalah cara yang tidak terlalu lazim, kamu ditawari rokok oleh teman atau kenalan barumu dengan caranya yang terkesan “membatasi”. Yaitu dengan cara mengeluarkan bagian ujung rokoknya dan diarahkan ke kamu. Ada juga yang sekaligus dua batang yang diulungkan. Itu bukan berarti kamu harus mengambil dua-duanya loh ya.

Kadangkala itu hanya sebuah kode etik saja, yang secara terselebung ingin mengatakan, “boleh kok diisap lebih dari satu”. Namun boleh jadi kamu adalah orang yang memang patut dibatasi atau lebih dikenal berkarakter pantang menerima pemberian lebih dari orang lain.

Keempat. Yang ini akan membuat kamu merasa dispesialkan atau bahkan bisa sebaliknya. Ketika pada suatu kesempatan, selain setelah diulungkan sebatang rokok kepadamu. Dan setelah kamu mencabut rokok dari bungkusnya lalu menyelipkan di bibir, lantas si pemberi akan serta merta menyalakan korek api yang diarahkan ke rokokmu agar segera dihisap. Itu artinya, mereka tahu kamu adalah tipe yang senang sekali dilayani dengan perhatian yang lebih.

Baca Juga:  Perkara Etika Tongkrongan Perokok bagi Orang Madura

Nah, dari keempat cara itu memang tidak semuanya mutlak seperti yang saya tafsirkan. Namun yang perlu menjadi catatan, bahwa setiap perokok itu punya cara-cara tertentu dalam menyikapi arti pertemanan. Bahkan secara tidak langsung etika yang dibangun itu mencerminkan kehidupan sesama yang saling pengertian. Ada upaya saling menghargai satu sama lain. Itulah yang saya sebut sebagai berkah sosial dari kehidupan perokok.

 

Jibal Windiaz

anak kampung sebelah