Tobacco Free Tourism, Gagasan Konyol Terbaru Dari Anti Rokok

4 Tips Asyik Berwisata Versi Perokok

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bekerja di bawah tekanan (kapitalisme) setidaknya 5 hari dalam seminggu tentu membuat sebagian dari kita stress. Oke, kalaupun tidak begitu, setidaknya tetap akan membuat kepala kita mumet dan melelahkan. Apalagi, hal macam begini selalu berulang setiap minggunya. Meski untungnya sebagai perokok kita masih punya teman untuk menghadapinya.

Agar tetap waras dalam menghadapi kerasnya dunia, kadang kita memerlukan momen-momen menyenangkan untuk meredam segala penat. Ada banyak cara sederhana sih untuk melakukannya, tapi kadang kita butuh juga sedikit jalan-jalan atau berwisata. Nah, agar wisata menjadi asyik dan seru, apalagi buat yang merokok, ini sedikit tips untuk kalian.

Sedia Stok Korek

Curanrek itu ada dan berlipat ganda. Kasus kehilangan korek tidak hanya terjadi di lingkungan tempatmu tinggal, tapi juga di banyak tempat lainnya. Apalagi kalau kemampuan mengingatmu tidak bagus, ancaman kehilangan muncul bukan cuma dari pelaku curanrek, tapi juga karena kelupaan.

Agar tidak merasa kesal di kala wisata, masa iya lagi liburan buat ngilangin penat malah nambahin beban, satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah: membawa stok korek berlebih. Ketersediaan stok korek yang cukup selama wisata adalah kunci menuju rasa gembira di kala wisata. Jangan sampai, pas lagi asyik-asyik makan enak di tempat wisata, eh kita jadi kesel gegara korek hilang saat mau merokok.

Baca Juga:  Laknat Betul Antirokok, Promosi Dagang Permen Bernikotin Memanfaatkan Pelajar

Bawa Asbak Portable

Ini juga satu hal yang penting buat kretekus semua: asbak portable. Berhubung kita tahu banyak tempat wisata tidak ramah buat perokok, karena tidak tersedia ruang merokok yang layak, ada baiknya kita sebagai perokok sedia payung sebelum hujan. Sedia asbak portable agar tidak pusing membuang abu dan puntung rokok di kala wisata.

Ya kali pas kita mengisap rokok, eh kebingungan nyari tempat buang puntungnya. Terus kesel, terus bete, dan gagal bahagia pas lagi wisata. Nggak guna dong itu wisatanya.

Beli Rokok di Warung Setempat

Boleh sih kalian membawa stok rokok berlebih, atau ya setidaknya cukup buat menemanimu di kala wisata. Tapi ya mending kamu berbagi kebahagiaan buat para pedagang di tempat wisata tersebut. Beli lah sebungkus dua bungkus rokok di sana, toh nggak bakal mengganggu wisata kamu.

Ingat, berbagi kebahagiaan adalah salah satu poin untuk bahagia. Dan dengan membeli dagangan para pedagang di tempat kalian wisata, ya kalian telah berbagi (sedikit) kebahagiaan buat orang lain.

Baca Juga:  Merokok Tidak Lebih Berbahaya Daripada Jarang Olahraga

Berbagi Rokok dengan Wisatawan Lain

Nah, ini hal penting terakhir yang baiknya kalian lakukan di saat wisata: berbagi rokok. Betul, berbagi rokok dengan wisatawan lain. Dalam hidup, terkadang ada hal-hal menyenangkan yang terjadi karena kebetulan. Misalnya, ketika seseorang tiba-tiba meminta sebatang rokok darimu.

Mungkin saja, dengan memberi rokokmu sebatang pada orang yang meminta, kamu akan mendapatkan teman baik yang dapat memberikanmu kesenangan selama wisata. Atau, mungkin, kebaikan-kebaikan lain akan datang padamu. Seperti mendapatkan kekasih karena kebetulan semacam ini. Bisa saja.

Tapi yang terpenting adalah, dengan berbagi rokok kamu bisa mendapat teman mengobrol. Pun bisa membantumu melepas penat. Lagipula, ini kan yang menjadi alasan kita untuk berwisata?

 

Mochamad Anthony

Bukan aktivis buruh, cuma buruh kantoran