3 Alasan Kita Harus Berhenti Merokok di Bulan Ramadhan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Ramadhan tahun ini begitu bersahabat di Jakarta. Seminggu awal puasa, cuaca sangat mendukung dengan sering diguyur hujan. Hujan memang sebuah berkah bagi sebagian muslim yang sedang menjalankan ibadah di bulan puasa ini. Menurut mereka, berpuasa akan terasa lebih mudah saat hujan daripada saat cuaca terik.

Cuaca hanyalah satu dari sekian banyak cobaan yang harus dihadapi di bulan suci ini. Bagi ibu-ibu arisan misalnya, mereka harus menahan diri untuk tidak ngerumpi di siang bolong. Bagi pengendara motor atau mobil harus menahan emosi di tengah-tengah kemacetan. Bagi pedagang, harus berhati-hati saat bertransaksi. Dan masih banyak lagi kegiatan yang dilakukan dengan hati-hati untuk kesempurnaan puasa. Jangan sampai perbuatan tidak baik membuat puasa menjadi sia-sia.

Hal ini membuktikan bahwa di bulan ramadhan adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki diri, untuk melatih diri menjadi orang baik. Bulan yang mengajarkan kita menjadi insan yang berbudi. Karena puasa bukan sekadar menahan haus dan lapar. Lebih dari itu, puasa melatih kita untuk berbuat baik dan menghindari perbuatan buruk.

Baca Juga:  Kultur Merokok di Jakarta

Beberapa hari yang lalu, saya ditanya sama kekasih, “berapa banyak rokok yang dihabiskan dalam sehari? Apakah bisa dalam sehari berhenti merokok? Sebentar lagi kan puasa, emang bisa nahan biar ngga ngerokok?.” Sepintas pertanyaan tersebut memojokkan dan meremehkan saya. Mungkin kalian pernah ditanya seperti itu oleh orang-orang terdekat. Intinya, ada kekhawatiran apakah saya bisa melewati bulan ramadhan ini dengan baik atau tidak, berpuasa atau tidak. Dan pada akhirnya, mereka menginginkan kita, para perokok, untuk berhenti merokok.

Jika sudah ada saran untuk berhenti merokok di bulan ramadhan, alangkah baiknya kita memang harus menuruti kata mereka. Setidaknya ada tiga alasan kita berhenti merokok di bulan yang suci ini.

Pertama, berhenti merokok karena berpuasa. Kita semua mungkin sudah mafhum bahwa benda-benda yang masuk ke dalam tubuh kita dapat membatalkan puasa, termasuk merokok. Secara rinci, dalam kitab fikih, Fathul Qorib, merokok bukan termasuk hal yang membatalkan puasa. Namun secara kaidah, merokok termasuk di dalam 10 hal yang membatalkan puasa.

Baca Juga:  Tembakau, Emas Hijau yang Tak Dimuliakan

Sebagai perokok yang taat, kita tidak bisa meninggalkan puasa hanya karena ingin merokok. Kita buktikan perokok juga bisa berhenti merokok karena memang merokok bukanlah hal yang candu.

Kedua, jika kita memang tidak berpuasa, baiknya kita tetap berhenti merokok untuk menghormati teman yang sedang berpuasa. Kita tunjukkan toleransi kita di bulan yang suci ini. Jangan karena kita tidak berpuasa lalu mengajak teman untuk tidak berpuasa juga.

Saya punya teman yang bukan muslim. Dia tahu bahwa saya sedang berpuasa di bulan ramadhan dan dia tidak pernah merokok di depan saya. Dia putuskan untuk berhenti merokok di bulan puasa–walaupun tidak wajib puasa—demi menghormati teman-temannya yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Alasan terakhir kita harus berhenti merokok di bulan puasa ini, karena memang, banyak warung-warung rokok yang tutup. Mungkin kalian merasakan betapa susahnya mencari penjual rokok yang buka di siang bolong. Saya merasakannya di sekitar tempat tinggal. Biasanya warung-warung tersebut buka di sore hari. Pun jika ada yang buka dan kita ingin membeli rokok, hal pertama yang ditanyakan si penjual biasanya, “kamu tidak puasa ya?”. Suatu pertanyaan yang memalukan jika kita tinggal di lingkungan yang agamis.

Baca Juga:  Tobacco Free Tourism, Gagasan Konyol Terbaru Dari Anti Rokok
Furqon Nazali

Bergembira sebelum negara api menyerang