Empat Hal Yang Bikin Kretek Super Nikmat Di Pagi Hari

Nikmatnya Merokok Kala Berbuka Puasa

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Puasa adalah rutinitas ibadah yang tak boleh dilewatkan oleh umat muslim selama bulan ramadhan. Karena itu banyaknya umat muslim selain memperbanyak kegiatan ibadah juga memperbanyak berkumpul bersama. Dengan keluarga, teman dan pacar. Atau mungkin ada yang memakai modus  menjalankan puasa, cuma  sekadar mencari gebetan, biar buka puasanya diucapin dan sahurnya dibangunin. Alih-alih supaya sedikit tidak terkesan menyendiri banget.

Di bulan ramadhan ini, bagi banyak orang tentu adalah  menanti momen berbuka puasa bersama. Ya, sebanyak mungkin kita akan menjadwalkan waktu yang pas agar dapat ikut berbuka puasa bersama. Dan sedianya buka puasa bersama juga menjadi ajang reuni, temu kangen.  Banyak permintaan untuk saran di hari biasa, ada juga yang menyarankan di akhir pekan. Malah ada yang diam tidak menentukan hari, tapi di acara malah datang. Tamu spesial mungkin ya?

Khususnya untuk para pria, soal menu makan urusan belakang, karena tidak mau ambil pusing. Cukup para perempuan saja yang mengurus hal itu. Bagi kebanyakan pria cukup dengan takjil dan sebatang rokok sudah begitu memanjakan hati. Coba saja bayangkan bagaimana rasanya menahan asem selama 12 jam. Akhirnya tuntas terbayarkan di kala adzan maghrib berkumandang.

Baca Juga:  Menilik Siasat Merokok Petugas Pom Bensin

Selama berpuasa aktivitas kerja pun harus tetap bisa seimbang. Harus beradapatasi di bawah tekanan, menurunkan ego jika sewaktu-waktu terkendala terhadap suatu masalah. Biasanya cara ampuh yang dilakukan jika sedang mengalami hal tersebut dapat ditenangkan dengan meminum segelas air atau merokok. Tapi ini cobaan lagi-lagi yang terberat kalau puasa kita harus menjauhi kedua peredam itu. Tarik nafas dalam-dalam lalu hembuskan dan senyum. Ya, paling tidak itu caranya untuk sementara.

Saya sebagai perokok cukup sabar menahan derita pahit yang dirasakan ketika harus menahan godaan untuk nyebats saat ada teman ataupun orang lain yang secara pasif menghembus kepulan asap keluar dari mulut. Mau bagaimanapun bagi saya rokok tetaplah candu dan ibadah tetaplah ibadah, soal urusan mereka merokok di waktu puasa biarlah itu menjadi urusan mereka dengan Tuhan. Saya tak peduli.

Bagi saya merokok selepas berbuka puasa adalah pembalasan yang paling nikmat tak terhingga, tarikan pertama saat menghisap itu yang buat saya merasa kalau andalan utamanya sahabat berbuka adalah rokok, sungguh tak terkira berapa angka yang harus ditaksir bila dibayangkan. Apalagi kalau berbuka dengan menyantap makanan-makanan yang pedas kemudian ditutup dengan merokok. Aduhai sungguh nikmat. Untuk yang biasa melakukan itu pasti tau bagaimana sensasinya.

Baca Juga:  Pangeran Diponegoro; Perokok dan Nasionalisme

Merokok bersama kawan selepas berbuka puasa juga menjadi pemandangan yang indah, terlihat bungkus demi bungkus rokok bergeletakan dan asapnya mengudara. Seperti menggambarkan bagaimana rokok menjadi obat pemersatu bagi  para perokok yang berpuasa.

Keuntungan yang dirasakan selama berpuasa ialah, buat saya pribadi pengonsumsian rokok menjadi terkendali. Jika biasanya seharian menghabiskan sampai dua bungkus, ini paling tidak hanya satu bungkus, termasuk dua batang di penghujung imsak. Dan saya tanya-tanya kepada teman lain yang berpuasa pun mereka merasakan hal yang sama. Jadi ternyata keuntungan yang didapat bukan hanya kepada saya saja, melainkan kepada  yang lainnya juga. Lumayan kan jadinya, pengeluaran tidak begitu banyak dan bisa buat beli baju lebaran.

Pada intinya, saya menghimbau bagi yang mau merasakan betapa dahsyatnya merokok selepas berbuka puasa. Silahkan saja berpuasa terlebih dahulu.

 

Dhani Arief Wicaksono

Benci feodal namun juga bukan patriotik