Pacaran

Bukan Rokok Yang Membuat Asmara Putus

  • 37
  •  
  •  
  •  
  •  
    37
    Shares

Dalam kehidupan ini, saya percaya banyak hal dapat terjadi karena adanya hukum sebab-akibat atau aksi-reaksi. Misalnya, kamu dan pacar pada akhirnya bisa menikah karena melewati fase pacaran, asal mula terjadinya proses pacaran karena adanya ketertarikan dan saling ingin mengikat kuat. Singkatnya, jika putusnya suatu hubungan asmara karena rokok, ini hal absurd yang perlu ditilik ulang.

Benarkah karena rokok atau karena berhasilnya mitos di kepala kamu tentang rokok. Siapa yang bikin mitos itu bersarang di keyakinanmu? Hayo siapa hayooo. Toh kamu juga punya hak menunaikan hobi yang tidak dapat diganggugugat siapapun, pergi shoping untuk menambah koleksi sepatu kamu misalnya. Sesat pikir saja jika semua salah rokok ataupun salah sepatu. Boleh jadi penyebab tali asmara kalian putus karena:

  1. Bosan

Sudah umum persoalan putus cinta dilatari rasa bosan, salah satu momok menyebalkan bagi yang mengalaminya. Rasa bosan sama pacar pastilah ada di tiap hubungan, kalo tak mau dijangkit rasa bosan pada kisah asmara kamu mesti bulatkan tekad untuk cari pacar yang cakep, pengertian, pintar dan romantis seperti Lee Young Joon  di drama Korea What’s Wrong with Secretary Kim. Pasti deh kisah asmara kamu akan berwarna setiap waktu.

  1. Selingkuh dan orang ketiga
Baca Juga:  Menghikmati Anugerah Tembakau Melalui Festival Tungguk Tembakau

Hal lain selain dilatari rasa bosan sama pasangan, perselingkuhan salah satu penyebab putusnya hubungan kamu dengan pacar. Pula penyebab si pacar selingkuh karena hadirnya orang ketiga. Orang ketiga itu kayak maling, bisa masuk ke rumah kita kapan saja. Kita mesti waspada, lengah dikit  bisa kemalingan. Hal ini bisa terus terjadi kalau kamu tidak bersungguh menjaga hatinya.

  1. Tidak direstui ibu

“Ah, masih sebatas pacaran, gak usah dikenalin ke ibu dulu deh”,  kalimat begini ini yang bikin rawan putus, karena restu dari ibu itu sesuatu yang sakral bagi seorang anak. Tapi kalau sudah begitu impresi ibu, kebaperan diri pun mendera, tsaaah, mana lagi sayang-sayangnya. Kalian sudah coba merajut asa bersama, berharap hubungan akan langgeng sampai bongkokan. Eh, tahu-tahu ibu kamu sudah menyiapkan calon menantu idaman. Who knows? Sebelum semua terlambat, mending langsung cepat-cepat kenalkan pacar ke ibu kamu biar dapet restu. Lambungkan impian ibu akan masa depan kamu bersamanya, misalnya kelak kamu bakal memberi Ia cucu yang imut.

  1. Hubungan jarak jauh
Baca Juga:  Beberapa Sesat Pikir Pengguna Vape pada Kretek

“Sehari tak bertemu rasanya rindu, ingin rasanya bertemu terus.” Agak berlebihan memang, tapi ungkapan itu saya kira sangat mewakili hati yang sedang berbunga-bunga karena jatuh cinta. Hubungan jarak jauh dua kali lebih rawan putus ketimbang kita dan pacar tinggal satu kota. Ongkos cintamu jauh lebih boros dibanding ongkos pergi haji, eh. Udah deh mending pacaran sama teman kampus saja, lebih gampang ketemu dan tentu irit ongkos pula. Iya, itu dari persfektif ekonomisnya.

  1. Pupusnya rasa saling percaya

Inilah mungkin salah dua hal penting kenapa sila Pertama dari Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Perumusnya jelas punya satu pandangan yang dalam, bahwa sebuah tekad bersama agar lestari dan berjalan seturut cita-cita, haruslah dilandasi satu kepercayaan yang kuat. Saling percaya bahwa ada andil Tuhan Yang Maha Esa dalam mempertemukan cinta kalian, termasuk pula andil dalam memisahkan.

Jika pacar kamu seorang perokok dan memiliki kesantunan yang diterapkan. Tahu kapan waktunya merokok, tahu di mana tempat yang diperbolehkan, dan sadar akan kebersihan. Tidak usah takut. Dia tidak akan mati disebabkan oleh ekspresi budayanya yang santun dalam merokok. Tuhan juga sayang sama orang-orang yang saling menghargai. Kalau rokok kamu bilang bikin dia sakit dan cepat mati. Berarti kamu tidak percaya sama kehendak Sang Pemberi Hidup. Ini hal mendasar loh soal rasa percaya. Kalau dasarnya sudah tidak percaya, karena kamu terilusi kalau umur pacaran kamu bakal seumur sebatang rokok, mencurigai nasib kamu bakal seperti sebatang rokok, habis nikmat puntung dibuang. Itu namanya kamu kelewatan, kelewat sempurna untuk disebut sebagai orang beriman.

Baca Juga:  Larangan Merokok di Gunung Tidak Bakal Efektif, Lebih Baik Lakukan Edukasi Saja
Anjar Fatimah

Penyuka Vanila Ice Cream