Marcello Lippi

Selain Sarri, Beberapa Pelatih Kenamaan Dunia Ini Juga Perokok

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Mauricio Sarri adalah seorang perokok berat. Padahal rokok dan olahraga nampak seperti bermusuhan. Seperti yang selalu digembor-gemborkan pemerintah, rokok kerap digambarkan sebagai sesuatu yang sangat berbahaya. Tapi, apa yang digambarkan itu tak membuat Sarri berhenti. Kita tentu masih ingat saat Babak Europa League memasuki 32 besar, klub yang dikomandoi Sarri, Napoli, bertandang ke RB Liepzig.

Hal unik terjadi sebelum laga itu. Pihak RB Liepzig tak menyoal kebiasaan merokok Sarri. Bahkan, Sarri diberikan ruang merokok khusus untuknya. Sebuah bentuk saling menghargai yang patut ditiru di Indonesia . Nah, Kretekus, ternyata selain Sarri beberapa pelatih  kenamaan dunia ini juga adalah seorang perokok loh. Sudah tahu? Kalo belum silakan disimak.

1. Marcelo Lippi

Adalah pelatih yang gelarnya mentereng. Bagaimana ngga mentereng, ketika melatih Juventus, Ia berhasil mematahkan dominasi AC Milan kala itu. Di Juventus, Hingga kurun waktu 1999, ia berhasil mempersembahkan 3 liga Italia, 1 Liga Champions, 1 gelar super Eropa dan 1 piala interkontinental. Ia sempat melatih Inter dan nir-gelar. Tapi jodoh mempertemukannya kembali dengan I Bianconeri. Periode keduanya ini bersama Juve ia berhasil membawa Juve merengkuh 2 liga Italia pada 2001 dan 2002 serta sepasang piala Italia.

Prestasi termutakhir nya tentu saja saat membawa Italia menjadi juara piala dunia 2006. Saat perayaan gelar, Lippi tertangkap kamera sedang menyelipkan rokok dibibirnya. Mungkin itu adalah sebuah simbol perayaan sekaligus pembuktian jika tak ada yang salah ketika ia menjadi seorang perokok.

Baca Juga:  Kepada Ibu Menteri Kesehatan, Rokok Tidaklah Dilarang Ketika Pergi Haji

2. Joachim Loew

Siapa yang tak kenal sosok dibalik suksesnya Jerman pada piala dunia 2014 ini. Loew yang identik dengan kaos oblong kala memberi instruksi di pinggir lapangan ini ternyata juga adalah seorang perokok. Saat laga Jerman melawan Portugal pada 2008, beredar foto saat Ia kedapatan merokok di sebuah ruangan. Tentu ramai pemberitaan media saat itu. Loew tak membantah jika Ia merokok. Karena itu memang benar.

“Apa lagi yang bisa saya katakan? Itu urusan pribadi saya. Saya terkadang merokok atau minum anggur, tak ada yang istimewa” katanya, dilansir oleh Sportskeeda.

Bahkan ketika memimpin Jerman di Piala Euro 2012, Loew memperbolehkan pemainnya jika ingin merokok. Kebijakan diperbolehkan merokok ini tentu saja dengan syarat, seusai makan dan dalam rapat pertemuan tim. Pemain memang butuh rileks, jika merokok ternyata mampu membuat pemain lebih tenang menghadapi tekanan, kenapa tidak?

3. Johan Cruyff

Cruyff adalah pemain dan pelatih yang sukses di kariernya. Sebagai pemain, Ia berhasil merengkuh 21 gelar bersama Ajax Amsterdam dan Barcelona. Sebagai pelatih, kapasitas Cruyff juga tak perlu dipertanyakan. Bersama Ajax dan Barca, Ia bisa merengkuh 12 gelar. Ia bahkan diklaim sebagai penyelamat Barcelona karena filosopi sepakbolanya. Jelas, karena Barca hari ini adalah andil Cruff di masa lalu.

Baca Juga:  Industri Rokok Asing

Cruyff yang meninggal di usia 68 tahun ini juga berhasil membawa Timnas Belanda menjadi Runner-up Piala Dunia 1974.

Konon, ia bisa menghabiskan rokok 20 batang dalam sehari. Lumayan banyak. Banyak orang yang setuju jika Cruff adalah pemain yang jenius. Bahkan, mirror.co.uk menyebutkan Cruff adalah pemain yang paling dihormati.  Sebagai filsuf sepakbola, keindahan bermain yang dibawanya saat menjadi pemain atau pelatih harusnya mampu kita hargai dengan tak menyalahkan pilihannya merokok. Marcelo Lippi sudah sangat uzur, Ia masih merokok dan tak ada masalah berarti, kan?

4. Carlo Ancelotti

Carlo Ancelotti lahir di Reggiolo pada 10 Juni 1959. Sebuah kota di Provinsi Reggio Emilia. Kota yang melahirkan salah satu sejarah sepakbola dalam diri Carlo. Ia adalah salah satu pelatih tersukses di level klub. Pada 1996-1997 Parma dibawanya menjadi Runner-up liga Italia dan mampu berlaga di liga Champions. Kemampuannya meracik strategi di Parma membawanya dipinang klub besar Italia, Juventus.

Kesuksesannya sebagai pelatih tentu saja banyak dikenal publik ketika di AC Milan. Musim 2002-2003 tentu jadi masa emasnya sebagai pelatih. Ia berhasil membawa Milan meraih Copa Italia pada musim itu. Trofi pertamanya sebagai pelatih. Selanjutnya, banyak gelar diraihnya bersama Milan. Termasuk Liga Champions Eropa dan bisa membawanya menjadi salah satu pelatih yang jadi primadona.

Baca Juga:  Memperingati Hari Petani Tembakau dengan Pameran Kartun

Tapi, dengan segelimang prestasi itu, Don Carlo –jukukannya– adalah seorang perokok. Beberapa kali ia tertangkap kamera sedang merokok. Saat itu pekan ke 37 la liga, Real Madrid klub yang dilatih Don Carlo bertandang ke Espanyol. Ia tak bisa menyembunyikan kegelisahannya. Musim itu Real Madrid kalah dari Barcelona dalam perburuan gelar La Liga.

Don Carlo yang tak mendampingi anak asuhnya karena terkena sanksi menyaksikan anak asuhannya di tempat private. Tentu saat itu, Ia sedang merokok. Memang, sih, merokok tak merubah hasil. Real Madrid tetap tak juara La Liga, tapi setidaknya bagi Ancelotti itu menenangkan.

Nah, Kretekus, itu adalah 4 pelatih kenamaan yang merokok selain Sarri. Mereka tetap menuai karier gemilangnya dengan berbagai macam gelar yang direngkuh. Jadi, jangan lagi bilang jika merokok itu menghambat prestasi.

Fajar Restu

Nggak bisa tidur kalau belum diucapin selamat malam