6 Jenis Cerutu dan Cara Tepat Mengonsumsinya

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Cerutu seringkali dianggap dan diperlakukan oleh pemula layaknya rokok konvensional. Tentu ada teknik-teknik khusus dalam mengonsumsi cerutu. Sebelum membeli atau mengonsumsi cerutu,  kenali dulu sebelum memilih jenis cerutu yang tepat.

Cerutu memang identik dengan Cuba, tapi jangan salah loh, gaes. Indonesia juga memiliki beragam jenis cerutu, bahkan ada yang dibuat mengikuti metode pembuatan cerutu yang dilakukan di Cuba. Untuk kebutuhan memenuhi permintaan cerutu tembakau Deli dan Jember yang paling terkenal sampai ke manca negara.

Jember sebagai salah satu daerah penghasil cerutu, salah satunya adalah BIN Cigar Jember yang mempunyai tiga produk andalan yang mengadopsi citarasa cerutu Cuba, yaitu Half Corona (cerutu dari daun bawah tembakau), Corona (cerutu dari daun kaki tembakau), dan Robusto (cerutu dari daun atas tembakau). BIN Cigar juga memproduksi cerutu kecil El Nino dan Maumere yang rasa dan aroma khas tembakau Cuba dengan kesan rasa ringan, soft, dan netral.

Melalui tulisan ini saya akan perkenalkan jenis-jenis cerutu untuk melengkapi pengetahuan kita, sedikitnya kita harus tahu membedakan jenis cerutu yang ada di pasaran. Meski mungkin cerutu bukanlah produk konsumsi yang bersesuai dengan kocek kita. Tetapi perlu diketahu juga banyak loh cerutu lokal yang harganya relatif terjangkau, mulai dari merk Kenner, Cigarilos, Hermanos dan Havana.  Oke ya, sila disimak jenis-jenis cerutu yang baiknya kita tahu.

  1. Jenis Corona
Baca Juga:  Tembakau Bojonegoro Disukai Warga Republik Dominika

Cerutu ini berukuran sekitar 15 cm dan 42-ring — ini merujuk kepada diameter cerutu. Jenis ini memiliki ujung yang terbuka (bagian yang dibakar) dan kepala tertutup yang bulat (bagian yang diisap).

  1. Jenis Pyramid

Cerutu ini meruncing dan memiliki kepala tertutup yang lancip.

  1. Jenis Torpedo

Cerutu ini memiliki kepala yang lancip dan ujung yang tertutup.

  1. Jenis Perfecto

Seperti jenis Torpedo juga penampakannya, namun menggembung di tengah dan kedua ujungnya tertutup, membuat cerutu ini terlihat seperti cerutu yang bulat.

  1. Jenis Panatela

Cerutu ini berukuran sekitar 18 cm dan 38 ring, lebih panjang dan tipis dari Corona.

  1. Jenis Culebra

Cerutu ini dibuat dari tiga Panatela yang dikepang. Terlihat seperti tambang yang tebal. Unik deh kalau dilihat secara fisik.

Idealnya, untuk membuka tutup cerutu menggunakan sebuah guillotine (pemotong khusus satu pisau), namun jika tidak ada bisa juga menggunakan pisau yang sangat tajam. Jangan menggunakan gunting yang tumpul apalagi gigi, atau pisau roti nanti merusak cerutunya.

Baca Juga:  Samosir, Harapan Baru Penghasil Tembakau

Untuk membakar  cerutu, korek api kayu yang panjang itu yang cocok atau pemantik zippo. Karena dua jenis pemantik itu tidak akan merubah rasa cerutu. Jangan gunakan pemantik yang biasa dijual di Indo Maret, jangan juga membakarnya dari api lilin beraroma. Merusak citarasanya nanti.

Nih, sekadar tambahan pengetahuan juga. Sebelum menikmati asap cerutu, terlebih dahulu hangatkan tembakau pada kaki cerutu. Kaki cerutu adalah bagian yang akan kita nyalakan. Posisikan apinya di bawah kaki cerutu tanpa menyentuhnya, ngambang saja, dan putar cerutunya beberapa kali hingga kakinya menghangat secara merata. Hal ini akan menghangatkan tembakaunya dan membuatnya menyala lebih gampang.

Sekali lagi, cara mengonsumsi cerutu itu beda dari rokok konvensional. Setelah dipastikan menyala masukkan dulu cerutunya ke dalam mulut dan biarkan asapnya masuk. Kemudian, tahan beberapa saat di mulut untuk merasakannya, lalu buang. Jangan menghirup asap cerutu, lakukan layaknya mengkumur rongga mulut dengan asap. Rasanya itu untuk dinikmati, bukan dihirup.

Jibal Windiaz

anak kampung sebelah