Uji Ketangkasan Di Pasar Malam dalam Permainan Berhadiah Rokok

Tiga Merek Rokok yang Cukup Digemari di Munduk

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Ada beragam merek rokok yang terpajang di beberapa warungdi daerah Munduk. Dari yang umum dikenal sampai yang asing bagi banyak perokok umumnya. Munduk selain memiliki keindahan alam nan asri, daerah ini dikenal juga sebagai penghasil kopi juga cengkeh untuk kebutuhan industri kretek. Oleh sebagian besar masyarakat keberadaan rokok tidak hanya untuk dihisap, tetapi juga menjadi bagian dari sesajen.

Kretek yang menjadi bagian dari sesajen ini umumnya dipilih kretek yang tidak mahal harganya. Sebut saja dari jenis kretek golongan III. Rokok golongan ini juga banyak dikonsumsi oleh masyarakat di Munduk. Biasanya harga perbungkusnya tak lebih dari sepuluh ribu. Rokok ini jarang dikenal secara luas.

Menurut seorang teman yang kini berstatus mantan wartawan yang menetap di Singaraja, dulu di Bali ada dua merek kretek yang cukup sering didapati di dalam sesajen. Pertama, kretek merek Gedong Batu dan yang kedua, merek Satu. Namun merek itu kini sulit dijumpai lagi. Sepertinya tergantikan oleh berbagai merek lain dari golongan yang sama.

Baca Juga:  Benarkah Malioboro Telah Siap Menjadi Kawasan Tanpa Rokok?

Sependek pengamatan, setidaknya ada tiga merek rokok yang cukup diminati masyarakat berpenghasilan rendah. Tiga merek ini mungkin di beberapa kota lain atau pula di luar Bali dapat kita temui  juga. Tetapi di Munduk sendiri, tiga merek kretek ini terbilang tidak sedikit juga penggemarnya.

Pertama, kretek non filter merek Basra

Bungkus rokok ini sangat cerah sekali. Kuning muda. Jika kita sudah keluarkan isinya sekilas seperti rokok Samsu. Ada ‘plat’ kuningnya dan trdapat garis hiram kecil. Rokok ini tidak terlalu manis. Cukup padat juga isinya.

Kedua, kretek berfilter merek Potenza

Sekilas kalau kita lihat bungkusnya mirip dengan rokok surya isi duabelas. Rasanya pun tidak terlalu beda jauh. Rokok yang satu ini dijamin mudah didapati di Munduk. Mungkin lantaran harganya yang tidak terlalu mahal, boleh jadi karena rasanya yang cukup bersahabat.

Ketiga, SPM (Sigaret Putih Mesin) merek Moden

Iya memang bukan jenis kretek untuk rokok yang satu ini. Rasanya mirip rokok Halim sekilas. Secara tampilan terbilang cukup modern. Menyerupai rokok putihan sekelas Lucky Strike atau SPM yang sejenis. Rokok buatan Zheijiang Tobacco ini semula merek dagangnya adalah Modeng. Rokok ini terbilang baru tahun 2007 diiluncurkan.

Baca Juga:  Urusan Merokok di Rumah adalah Perkara yang Mudah Diselesaikan

Ketiga merk itulah yang sampai saat ini masih cukup diminati oleh sebagaian kalangan di Munduk. Jika Anda kebetulan mendapati ketiga rokok yang disebutkan di atas, jangan ragu untuk merasakan kenikmatannya. Tetapi berdasar pengalaman, rasa rokok ini semakin mantap dinikmati kalau dikonsumsi di Munduk yang hawa sejuk pegunungan serta panoramanya yang asri, membuat banyak hal menjadi jauh lebih mantap. Termasuk dalam hal menikmati kretek.

Jibal Windiaz

anak kampung sebelah