Kalau Deva Mahenra Merokok, Memangnya Kenapa?

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Deva Mahenra adalah seorang aktor yang mengawali kariernya sebagai finalis Indonesian Idol pada 2007, meski saat itu hanya sampai babak 40 besar, tapi pria yang lahir di Makasar pada 19 April 1990 ini kedepannya menuai karir yang cukup moncer. Selain membintangi beberapa film, ia juga pembawa acara Entertainment News di NET TV, bermain sinetron di Tetangga Masa Gitu, serta beberapa kali bermain FTV dan bintang video klip musik.

Sederet hal itu tentu menjadikannya seorang pesohor. Bukannya apa-apa, tampangnya juga ganteng dengan perawakan yang kekar, menjadi idaman buat para wanita. Tak ayal, eksistensi yang dia dapatkan itu tentu akan jadi sorotan publik apapun aktivitasnya. Maklum, setiap orang yang punya fans, pasti juga punya haters.

Nah, baru-baru ini, Deva Mahenra memposting sebuah foto di Instagram miliknya. Foto itu lantas menuai komentar negatif, kritik, bahkan kekecewaan dari para penggemarnya. Ia mengaplot foto dengan editan hitam putih dipersimpangan jalan sambil menghisap rokok dan ada asap yang mengepul.

Baca Juga:  Tiga Merek Rokok yang Cukup Digemari di Munduk

“kak, jangan ngerokok, jadi ngga ganteng ah kalo perokok” , “terpotek-potek hatiku melihat ka Deva Merokok” , “jangan ngerokok lah bang, tidak baik buat kesehatan” , “Bang, rokoknya dimatiin dong, bikin jelek pemandangan” serta beberapa komentar lain dari netijen yang menganggap jika rokok adalah barang yang “tidak baik”.

Membaca komen-komen itu, mata saya auto minus 6. Saya tentu saja bingung, apa salahnya jika Deva Mahenra merokok?

Menurut saya, merokok itu pilihan masing-masing individu. Apalagi, jika berbicara soal rokok, usia Deva Mahenra sudah lebih dari 17 tahun, jadi tak perlu dipersoalkan dan bukan sebagai kebiasaan aneh. Sekali lagi, buat ultras Deva Mahenra, Deva-holic, Deva-lovers, atau apapun kalian menyebut diri kalian, itu adalah aktivitas yang tidak buruk dan biasa saja.

Kedua, merokok itu hak. Jika usia kita memang sudah dewasa apalagi siap bertanggungjawab, menjadi perokok itu adalah hak masing-masing. Termasuk Deva Mahenra. Apalagi, dengan label pesohor yang dimiliki Deva, saya yakin jika dia adalah perokok yang santun. Artinya, merokok tidak dekat anak kecil dan ibu hamil. Lebih lagi, saya yakin dia bisa menghargai yang tidak perokok. Karena, selain gantengnya nampol, dia juga menurut saya cerdas.

Baca Juga:  Perda KTR Malang dan Kewarasan Aparatur Menjamin Hak Masyarakat

Lihat saja Presiden Pertama kita, Presiden Soekarno, dulu beliau merokok. Tapi tidak pernah dirusuhi oleh orang-orang. Sangat sering bahkan Bung Karno menghisap rokok dan tersorot oleh kamera. Ia tetap selow ae, seakan menunjukan sikap bangga karena memang tembakau dan cengkeh jadi sumber penghidupan banyak orang.

Komentar cibiran pada Deva Mahenra bukanlah yang pertama tentu saja. Banyak pesohor tanah air yang juga menuai hal yang sama saat memposting kegiatan merokoknya. Ini mungkin jadi bukti jika doktrin antirokok memang sudah merasuk sampai ke tulang, seperti seolah tak ada manfaat sama sekali soal rokok. Duh, Gusti, pusing pala Peter Parker.

Merokok atau tidak itu kan yang penting kuncinya saling menghargai, memangnya sulit ya saling toleransi di negara yang katanya kaya akan keberagaman ini?
Meski foto itu menuai banyak cibiran, Deva Mahenra tetep santai menanggapinya. Sikapnya perlu kita puji. Bahkan, 4 hari lalu, ia kembali memposting foto dirinya yang sedang menyeruput kopi sambil menempatkan rokok di sela-sela jarinya.

Baca Juga:  Stereotipe Terhadap Perokok dan Kekerasan Simbolik

Dengan kepsyen menikmati seruput kopi setelah hujan, Deva seolah ingin memberi tahu semua orang yang telah memfollownya jika ia memang seorang perokok. Penegasan. Yang memaklumi dan memberi dukungan? Ada. Yang kembali mencibir? Lebih banyak!

Menjadi manusia yang saling menghargai itu tidak rugi, loh, saya katakan lagi, tidak rugi. Buat Mas Deva, yang tetep fans sama mas tetep banyak ko, santai saja, toh, tidak mempengaruhi karir, meski bagi saya, menambah kharisma. Lagipula ya Mas Deva, saya fans Liverpool, saat Liverpool tidak pernah juara liga Inggris sejak PL dimulai, saya tetap ngefans. Jadi, fans sejatimu juga akan tetap setia. Jadi, Kapan kita bisa sebats sambil ngopi bareng, Mas Deva?

Fajar Restu

Nggak bisa tidur kalau belum diucapin selamat malam