Selamat Tahun Baru, Kretekus!

Selamat Tahun Baru, Kretekus!

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Malam pergantian tahun selalu jadi momen yang ditunggu oleh hampir setiap manusia bernyawa. Saat kita berhasil membuka mata dan mengganti kalender, berarti kita sudah resmi meninggalkan tahun yang lama. Dengan demikian, tidak berlebihan jika tahun baru disebut sebagai momentum keberhasilan.

Yap! Sampai di 2019 berarti kita sudah berhasil melewati proses dan segala problematika kehidupan di tahun 2018. Dengan alasan itu, rasanya sah-sah saja bagi kalian yang ingin merayakan tahun baru. Tak perlu dalil agama dalam mengapresiasi pencapaian positif dalam hidup.

Dengan logika yang sama, kita juga perlu bersiap untuk mengarungi tahun 2019 ini. Tak boleh berlarut dalam keceriaan, tahun baru punya tantangan baru. Harapannya tentu kita bisa menjumpai 1 Januari 2020 dengan catatan-catatan positif lain dalam hidup. Lalu kembali mengapresiasi capaian itu. Kemudian kembali bersiap dengan tantangan yang baru lagi. Begitu seterusnya. Kata orang dulu: Roda itu berputar.

Secara khusus, ucapan selamat tahun baru ini ditujukan bagi para perokok santun. Bagi kalian para perokok, tukang ngudud, dan ahli nyebat, tahun 2018 tentu menjadi tahun yang berkesan. Kita sudah sama-sama tahu bahwa cukai rokok tidak dinaikan, artinya, hampir dipastikan biaya udud kita tak perlu membengkak sebagaimana peralihan tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga:  Merokok adalah Hak Segala Kalangan, Termasuk Aparatur Negara

Tahun ini jadi tahun pertama tarif cukai rokok tidak naik setelah kurang lebih 10 tahun terakhir selalu naik. Cukup berkesan, bukan? Iya, dong? Iyalah!

Selain kesan di atas, 2018 juga dilalui oleh para stakeholder IHT-kretek dengan berbagai ujian dan tantangan yang berat. Di awal tahun lalu kita dikejutkan dengan gugatan Todung Mulya Lubis pada dua industri rokok. Selanjutnya agenda Asia Pacific Conference on Tobacco or Health (APACT) ke-12 yang berlangsung di Bali. APACT 12th adalah forum konsolidasi internasional tentang pengendalian tembakau. Selain itu juga ramai tentang kemunculan Perda KTR di berbagai daerah dengan berbagai kontroversi yang dimunculkan. 2018 benar-benar berat.

Kita tentunya tidak bisa kembali untuk membuat awal yang baru, tapi kita bisa mulai sekarang untuk membuat akhir yang baru. Semoga tahun 2019 bisa kita akhiri dengan keberhasilan yang lebih dari tahun ini.

Persoalan sosial perokok juga perlu dibenahi. Masih banyak pelajar yang merokok. Ada pula oknum perokok yang mbandel merokok di kendaraan umum. Manusia macam ini yang harus kita kurangi di 2019. Caranya sederhana: mulai dari diri sendiri. Beri contoh bagaimana perokok yang santun itu. Kemudian jangan malu menegur perokok bandel yang kita temui.

Baca Juga:  Belajar Bijaksana Dalam Merokok dan Menegur Perokok

Setelah semua itu, saya yakin, kehidupan perokok akan membaik. Biar saja para anti rokok menakuti kita dengan riset-riset yang absurd, yang mengaitkan rokok dengan kematian. Mereka sudah cukup malu melihat kita masih hidup dan merayakan tahun baru bersama mereka yang anti rokok.

Sudahlah. Intinya, jangan lupa jaga pola hidup sehat. Makan makanan yang sehat. Jaga juga pola tidurnya di 2019.

Selamat tahun baru, kretekus!

Aris Perdana

Manusia yang dikutuk untuk bebas | @arisperd