Merokok

3 Cara Merokok yang Paling Ribet

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Di dunia yang semakin maju dan berkembang kini, hidup manusia melulu dipermudah dengan perkembangan teknologi. Perjalanan jauh dapat ditempuh dengan waktu yang lebih cepat, terpisah jarak masih bisa berkomunikasi. Bahkan, hanya untuk makan saja kita tidak perlu lagi memasak atau keluar membelinya. Cukup dengan ponsel, kita bisa memesan makanan dan wuss, makanan diantar untuk segera dimakan.

Begitu pun jika kita bicara soal rokok. Dulu sih, kalau mau merokok orang tinggal ambil tembakau dan linting sendiri. Memang sih sekarang masih ada yang melinting, tapi ya sudah semakin tidak banyak. Kalau ada ya paling orang-orang tua di desa-desa atau anak muda yang memilih irit dengan tingwe. Toh sekarang banyak merek rokok beredar dan tinggal dinikmati saja. Praktis tidak ribet.

Meski begitu, masih saja ada orang-orang yang menikmati rokok dengan cara yang paling ribet. Padahal ya kan bisa ambil gampangnya saja, tapi tetap saja mereka mau ribet. Nah inilah beberapa cara merokok yang paling ribet berdasar pengalaman para perokok.

Baca Juga:  4 Tips Mempersiapkan Nobar dengan Baik

Tinggal di Jakarta tapi Rokoknya Klobot

Ada loh orang yang begini, merokoknya pengen yang tertentu saja. Walau ya kadang ngisep seadanya juga. Tapi coba bayangkan, bagaimana cara mendapatkan rokok klobot secara rutin di Jakarta? Kan susah, bang.

Oh iya, buat yang belum tahu klobot itu jenis rokok yang dibungkus dengan daun jagung kering. Enak lah rasanya. Cobain aja. Tapi ya kalau mau, kalian bakal susah banget dapetinnya di Jakarta. Paling deket ya kudu ke Semarang atau Kudus dulu. Di sana masih cukup mudah untuk ditemukan.

Kalau mau rutin konsumsi, ya inilah yang disebut cara merokok ribet. Masa untuk merokok saja perlu bolak-balik Kudus – Jakarta dulu. Jika pun pesan, kan harus nunggu dulu. Mbok ya beli rokok yang ada di sekitar tempat tinggalmu saja. Selain mudah, itu juga bisa membantu perekonomian tetanggamu yang berjualan.

Tidak bisa melinting, tapi maunya pakai tembakau tertentu

Ini juga ngeselin. Udah tahu nggak bisa melinting, maunya cuma ngudud dengan tembakau tertentu. Kayak tembakau hijau Gayo misalnya. Pas disuruh belajar, tetep nggak bisa. Akhirnya nggak cuma ngerepotin diri sendiri, tapi juga ngerepotin temannya.

Baca Juga:  Pameran Juragan Style: Membaca Arsitektur Jengki Milik Juragan Tembakau Madura

Lah orang macam ini kalau merokok harus nunggu temennya dulu. Begitu datang diminta melinting beberapa untuk dia. Itu kalau pas ada temannya. Kalau lagi nggak ada yang bisa dimintain tolong, terus mau gimana cara merokoknya???

Lagi kok ada aja ya orang macam begini. Kalau nggak bisa linting itu belajar, jangan minta dilintingin. Dan kalau emang malas belajar atau nggak bisa-bisa, ya jangan isap tingwe-an. Beli aja rokok di warung. Praktis, gampang, dan nggak ribet kayak kelakuanmu.

Tidak punya banyak uang, tapi maunya rokok premium

Dasar orang susah, sekalinya nyobain rokok premium kok jadi pengen terus. Udah gitu, pas dikasih rokok kelas dua, eh kagak mau lagi. Padahal ya kalau nggak punya duit tuh sadar diri dikit. Jangan cuma mau merokok pas temen bawain doang. Itu mah alasan aja kalau kamu nggak punya duit atau nggak mau keluar uang buat beli rokok.

Dhani Arief Wicaksono

Benci feodal namun juga bukan patriotik