Tobacco Free Tourism, Gagasan Konyol Terbaru Dari Anti Rokok

3 Tipe Anti Rokok Yang Butuh Penanganan Khusus

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bagi kami yang terbiasa mengawal isu rokok dan kretek pada khususnya, menemui beragam tipe anti rokok adalah hal yang lumrah. Iya, anti rokok memang memiliki banyak tipe, meski tujuan mereka satu; melabel buruk rokok dan perokok. Setidaknya begitu menurut saya.

Dari beberapa tipe yang kami temui, setidaknya ada 3 tipe anti rokok yang perlu penanganan khusus. Maksudnya, terkadang kami harus berhenti sejenak untuk sekedar menertawakan tingkah polah mereka. Apa dan bagaimana saja tipe anti rokok itu? Cekidot!

Si Kepala Batu

Tipe yang pertama kami beri nama si kepala batu. Tipe yang satu ini adalah tipikal manusia yang menolak segala argumentasi lawan bicara. Benar salah tidak jadi soal, yang penting nyerocos. Kaum kepala batu ini biasa mewacanakan isu-isu negatif soal rokok tanpa argumentasi yang ilmiah. Mendekati ilmiah pun tidak.

Anda pernah mendengar isu tentang tembakau adalah hasil olahan dari kencing iblis? Nah, isu ini dicetuskan oleh orang yang, menurut kami, termasuk kategori kepala batu. Mungkin dalam keyakinannya, urine iblis, yang entah entah bagaimana caranya, bertransformasi jadi daun, kemudian jatuh (atau naik) ke bumi, hingga kemudian tumbuh subur di Temanggung, Jember dan Lombok. Bayangkan, ilmuwan dari belahan bumi mana yang bisa mengilmiahkan narasi tersebut? Belakangan diketahui, narasi tersebut adalah hasil interpretasi personal akan hadist palsu.

Baca Juga:  Tips Menjadi Curanrek yang Baik

Walikota Bogor, Bima Arya, juga salah satu contoh anti rokok yang kepala batu. Beliau pernah menyatakan di hadapan publik bahwa ia akan membuat perokok di Kota Bogor tersiksa. Kritik dari Kemendagri pada Perda KTR Bogor pun diabaikannya. Keras kepala!

Si Intelek

Jangan salah, ada banyak orang pintar atau intelek yang memilih untuk menjadi anti rokok. Anti rokok yang intelek ini akan senantiasa menyampaikan narasi-narasi yang (terkesan) ilmiah agar membuat publik kebingungan sekaligus ketakutan, hingga akhirnya mau tidak mau jadi percaya.

Isu kesehatan adalah domain utama kelompok ini. Mereka akan mengaitkan rokok dengan segala keburukan di dunia ini, lengkap dengan penjabarannya. Dalam sudut pandangnya, perokok adalah teman dekat kanker, serangan jantung, gangguan kelamin, gangguan janin, gangguan sinyal, dan banyak gangguan lainnya. Pokoknya, semua gangguan bisa tiba-tiba muncul kalau kita merokok.

Mereka juga akan menjelaskan bahwa kolaborasi antara rokok dengan kopi adalah komposisi paripurna menuju penyakit jantung paling berbahaya dan berujung kematian. Kenapa? Karena kopi, pada titik tertentu, diklaim dapat menurunkan kepadatan tulang. Sedangkan rokok mereka klaim dapat merusak sistem saraf pusat, kadar gula darah meningkat, pembuluh darah menyusut, arteri semakin rusak, dan gangguan sinyal.

Baca Juga:  Cara Chelsea Menghargai Hak Maurizio Sarri Sebagai Perokok

Jangan tanya hasil riset yang mendukung, yang penting terdengar ilmiah.

Si Tukang Ngegas

Tipe ketiga ini adalah yang paling menyebalkan, tapi terlalu sayang untuk tidak ditertawakan. Si tukang ngegas ini bakal mengecam sana sini kalau ada ide dan sikap yang berseberangan dengan keyakinannya.

Pernah ada kasus penangkapan 4 orang terduga teroris di Depok. Usut punya usut, keempat orang ini adalah anti rokok. Menurut warga setempat, mereka kerap menunjukan ketidaksukaan pada rokok dengan mengata-ngatai warga yang merokok. Gile, kan? Kenal enggak, main ngegas aja.

Begitu ciri utama si tukang ngegas ini.

Itulah 3 tipe anti rokok yang menurut kami perlu penanganan khusus. Ada banyak tipe anti rokok lainnya, mulai dari yang normatif sampai yang absurd. Dari semuanya, mereka sama-sama ingin rokok raib dari muka bumi, hanya kadar konyolnya saja yang berbeda level.

Aris Perdana

Manusia yang dikutuk untuk bebas | @arisperd