Bagaimana Cara Negara-negara Dunia Menangani Puntung Rokok?

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Puntung rokok kerap dianggap menjadi persoalan yang besar. Bahwa semua sampah sisa konsumsi, terutama yang tidak berbasis organik, adalah permasalahan. Namun, tidak berarti hanya puntung rokok yang patut disalahkan dalam persoalan ini.

Baiklah, ketimbang kita membahas hal mendasar seperti di atas, marilah kita pikirkan bagaimana solusi untuk masalah tersebut. Jangan sampai, perdebatan seperti itu malah membuat lingkungan kita semakin dipenuhi kotoran. Atau yang lebih parah, ketika hal itu terjadi dan terdapat puntung rokok di antara kotoran tersebut, perokok lah yang disalahkan.

Nah, karena negara ini tidak, atau belum memiliki kemampuan bolehlah kita belajar pada negara lain. Dalam hal ini, penanganan sampah puntung rokok, ada beberapa negara yang memiliki cara tersendiri untuk menanganinya. Mereka berupaya mendaur ulang puntung rokok menjadi produk yang bermanfaat. Berikut adalah beberapa negara yang melakukannya:

Amerika Serikat

Sebuah perusahaan di Amerika Serikat telah mendaur ulang puntung rokok sejak tahun 2000an. Perusahaan bernama TerraCyble ini melakukan daur ulang puntung rokok tersebut untuk dijadikan plastik.

Baca Juga:  Udud Mbako dan Endhong-Endhongan di Banyumas

Dan dari plastik tersebut dibuat beragam benda seperti asbak, serta produk lainnya seperti rak plastik dan bantalan kereta api. Semua dibuat berdasarkan kualitas hasil daur ulang. Jika kualitasnya bagus, Ia dapat dijadikan plastik. Sementara jika kualitasnya rendah, akan digunakan sebagai bantalan kereta.

Satu aja masalah dari upaya ini, yakni biaya produksinya yang besar dan harga jual produknya yang rendah. Tak hanya itu, untuk menghasilkan satu kilogram plastik dibutuhkan 2 ribu puntung rokok. Tapi ya, ini menjadi satu upaya untuk memecahkan masalah di atas tadi.

Australia

Di negara kangguru ini, tim peneliti dari Universitas RMIT melakukan riset terhadap puntung rokok, dan menemukan hasil bahwa filter puntung rokok dapat dijadikan sebagai bahan campuran material pelapis permukaan jalan. Menurut mereka, bahan campuran dari puntung ini dapat membantu mengurangi suhu panas di cuaca perkotaan.

Selain itu mereka juga menemukan kegunaan puntung rokok guna dijadikan bahan campuran untuk batu bata. Menurut tim tersebut, penambahan puntung rokok ke dalam campuran tanah liat dapat mengurangi energi yang diperlukan untuk memanggang batu bata karena meningkatkan sifat insulasi mereka.

Baca Juga:  Pola Konsumsi Penyebab Kanker

Perancis

Sebuah perusahaan bernama MeGO! dari Perancis melakukan daur ulang puntung rokok guna menjadi barang praktis untuk kebutuhan sehari-hari. Sebagai contoh, perusahaan ini telah membuat bangku jalanan dari puntung rokok hasil daur ulang mereka. Hingga pertengahan 2018, perusahaan ini telah mendaur ulang 4 ton rokok yang sudah digunakan atau setara dengan 9,5 juta puntung rokok.

Hal yang dilakukan di Perancis tadi sebenarnya juga telah mulai dilakukan di Indonesia. Ada beberapa seniman yang membuat karya dari puntung rokok. Misalnya, para seniman Bank Sampah Nusantara (BSN) yang telah membuat beragam lukisan dari limbah koran dan sisa-sisa tembakau dari puntung rokok.

Semoga ke depannya, teknologi pengolahan limbah dari sisa konsumsi masyarakat bisa makin makin berkembang. Tak hanya itu, agar ke depannya lingkungan lebih bersih dan laut terbebas dari sampah, ada baiknya kita terus mengkampanyekan kebiasaan buang sampah (termasuk puntung rokok) pada tempatnya.

Aditia Purnomo

Bukan apa-apa, bukan siapa-siapa | biasa disapa di @dipantara_adit