Tiga Iklan Rokok yang Menghasut Kita untuk Traveling

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Boleh jadi dari sekian banyak iklan di televisi hanya iklan rokoklah yang paling menyegarkan dan ajaib. Selain dikemas secara unik dan dan tidak menonjolkan produk yang diiklankan. Beberapa iklan rokok secara langsung tidak langsung telah mengenalkan keindahan destinasi wisata di Indonesia.

Iklan rokok yang menampilkan aneka tempat wisata keren bagi saya mengandung daya hasut yang luar biasa. Menghasut kita untuk merokok? Tentu tidak. Lalu kenapa banyak pihak mengkhawatirkannya, sampai harus diatur jam tayangnya. Yup. Sebagai produk legal yang dikenai cukai, mau tak mau rokok maupun segala bentuk promosinya terikat oleh aturan yang berlaku. Selain itu agar anak di bawah umur tidak terprovokasi untuk merokok, begitulah setidaknya menurut para pihak yang kerap menggunjingkan.

Banyak tempat wisata di Indonesia menjadi tambah populer karena destinasi tersebut dijadikan lokasi syuting iklan rokok. Memang dasar lokasinya sudah keren dan natural, wajar kemudian dipilih menjadi lokasi syuting iklan rokok. Seperti kita ketahui, tembakau dan cengkeh adalah bagian dari kekayaan alam Indonesia. Jadi, salah satu korelasinya iya setting lokasi yang dipilih untuk iklan rokok biasanya mengisyaratkan kekayaan alam Indonesia pula. Haiya, rokok kan salah satu sarana rekreatif. Oke, langsung saja, perlu diketaui tiga iklan rokok yang ditilik di sini adalah iklan rokok yang popoler pada tahun 2011-2013an, iklan rokok apa saja sih itu?

Baca Juga:  Cara Chelsea Menghargai Hak Maurizio Sarri Sebagai Perokok

Pertama, iklan Djarum Super: My Great Adventure Indonesia (2011)

Sudah menjadi ciri khas iklan Djarum Super pada setiap iklan produknya kerap mengambil spot-spot alam Indonesia. Dan ini tentu memberi wawasan tersendiri, setidaknya bagi saya, yang penasaran sama spot alam yang ada pada tayangan iklan tersebut.

Dalam video berdurasi dua menit itu menampilkan aktivitas 3 sekawan yang berpetualang menapaki alam Indonesia dari ujung barat hingga ujung timur. Seperti halnya iklan rokok yang lain, di sini sama sekali tidak menonjolkan produk rokok bahkan bintang iklannyapun tidak terlihat sedang menghisap rokok.

Berbagai aktivitas seru ditampilkan dalam petualangan tiga sekawan ini dalam menjelajahi keganasan serta keindahan alam nusantara. Sejumlah destinasi wisata kerenpun bermunculan di video iklan tersebut, sebut saja ganasnya hutan Sumatera, Taman Nasional Way Kambas, Gunung Rinjani di Lombok, Kuta Reef di Bali, Gunung Krakatau hingga di Raja Ampat. Semua ditampilkan secara elegan dan mempesona.

Kelanjutan dari iklan Djarum Super tahun 2011 yang bertajuk My Great Adventure Indonesia Continues juga mengeksplorasi kekayaan alam Indonesia. Iklan ini mulai terbit pertengahan tahun 2012. Dalam iklan ini kita disuguhkan aktivitas seru di dalam Gua Jomblang, Yogyakarta. Ini merupakan gua vertical, sehingga untuk masuk ke dalam gua harus melakukan Single Rope Technique (SRT) sedalam 40 meter. Lanjut setelah itu kita dipameri aksi surfing di Sungai Kampar yang terkenal dengan gelombang Bono-nya yang sangat menantang.

Baca Juga:  Pentingnya Rokok Bagi Wartawan yang Bercita-cita Punya Alphard

Sungai Kampar ini berada di Desa Teluk Meranti, Riau. Tak cukup sampai disitu lagi-lagi kita disuguhkan keindahan alam Maratua di Kaltim, dan Lapopu di Sumba Barat yang terkenal dengan kuda liarnya. Terakhir ditutup dengan atraksi keren di daerah Laliang, Sumba Barat dan pantai indah Cimaja, Jawa Barat.

Kedua, iklan rokok U Mild: Ngantor di Pulau Alor Pake Celana Kolor

Dengan mempopulerkan slogan “ngantor engga harus di depan monitor, ngantor bisa di pulau Alor pakai celana kolor.” Slogan iklan rokok U Mild ini selain unik dan mudah diingat, yang lebih menariknya lagi adalah lokasi syuting yang digunakan. Lokasi syuting iklan rokok milik PT Asia Tembakau ini diambil di Pulau Alor yang ada di ujung timur Kepulauan Nusa Tenggara. Sesuai dengan gambaran pada iklan yang berdurasi 15 detik itu, Pulau Alor memang memiliki keindahan laut yang awesome banget. Tidak hanya di permukaan, alam bawah lautnya juga luar biasa. Pulau yang berbatasan dengan Flores ini memiliki 18 titik selam kelas dunia yang rutin didatangi wisatawan domestik hingga mancanegara.

Baca Juga:  Berfatwa dengan Luwes dan Kontekstual

Ketiga, iklan rokok Dunhill Mild: Fine Cut

Dalam video berdurasi 58 detik iklan rokok Dunhil Mild ini menggambarkan seorang laki-laki membawa ikan dan memotongnya untuk dibakar. Terkesan aneh memang, kok ya ikan rokok malah jadi kayak iklan makanan. Namun bagi orang-orang yang cukup paham kajian semiotika visual akan segera menangkap pesan yang terkandung, seturut bunyi pada tagline-nya ‘fine cut’.

Iklan ini muncul pada tahun 2013, mengambil setting di kawasan Batu Payung, Lombok Tengah. Pantai unik tak berpasir ini berada bersebelahan dengan pantai Tanjung Aan. Dinamakan Batu Payung karena di pantai ini terdapat karang besar yang bentuknya seperti payung.

Oke segitu dulu ya, genk. Mungkin pada kesempatan berikut kita bisa bahas iklan-iklan rokok lainnya. Sudah bisa dipastikan konten iklan rokok itu selalu memberi kesegaran tersendiri, tentu tidak sebatas obyek alam dan petualangan saja yang seru untuk dibahas. Ada beberapa aspek lain yang tak kalah menarik, apalagi ini berkaitan dengan dunia komunikasi visual. Selalu seru untuk jadi obrolan sambil ngopi plus ngebul. Tabik ah.

 

Jibal Windiaz

anak kampung sebelah