Cebong Dan Kampret Masih Tegang, Elit Politik Nyebats Bareng

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pemilihan Presiden (Pilpres) telah selesai dilangsungkan. Namun, ketegangan kubu-kubu politik tak juga usai. Entah kapan keributan dan saling sindir akan berakhir. Uniknya, di tengah keributan cebong dan kampret (sebutan untuk pendukung Jokowi dan Prabowo), para elit politik tetap bisa nyebats bareng.

Indra J. Piliang, politisi Partai Golkar yang mengusung Jokowi-Maruf, nampak tengah menikmati momen kebersamaannya dengan beberapa politisi dari partai pendukung Prabowo-Sandi. Melalui akun twitternya @IndraJPiliang membagikan foto di mana mereka sedang tertawa dan asyik nyebats atau merokok bareng.

Dalam foto tersebut, Indra nampak sedang dalam suasana santai bersama Ferry Juliantono (Waketum Gerindra), Hasto Kristiyanto (Sekjen PDI Perjuangan), Bara Hasibuan (Waketum PAN) dan beberapa tokoh lainnya. Pertemuan tersebut nampak berbanding terbalik dengan fenomena netizen di dunia maya. Kendati demikian, hingga hari ini ultras pendukung kedua capres masih terus memenuhi lini masa sosial media, alih-alih ngopi atau nyebats bareng.

Kalau mau jujur, beberapa politisi juga masih ada yang kerap beradu argumen dan saling sindir di dunia maya. Hanya tidak semuanya. Di luar forum, mereka juga kerap menunjukkan gesture bersahabat. Inilah yang sebenarnya perlu dicontoh oleh para netizen tadi. Bukan dengan sok-sokan jadi die hard Jokowi atau Prabowo. Yang di atas sudah nyebats bareng, yang di bawah masih pada ngebul aja kepalanya.

Baca Juga:  Desa Marikurubu, Penghasil Cengkeh Afo di Maluku Utara

Kalau keadaan ini terus berlanjut, di mana para elit politik nampak tenang dan santai sedangkan pendukungnya beringas, maka pertanyaan yang muncul adalah: siapa yang mereka bela? Lha, mereka yang jelas-jelas sedang bertarung aja bisa asyik, kok yang cuma nonton doang malah ribut. Kalau pun ada satu dua politisi yang memprovokasi, ya biarkan, mungkin mereka kurang ngopi dan ngudud. Kita masih punya banyak contoh tokoh yang bisa berdamai di hadapan rokok macam Sudjiwo Tedjo.

Di luar semua itu, satu hal yang harus kita pahami adalah hidup mati kita bukan di tangan capres. Jadi, lupakanlah ide-ide konyol macam jihad dan bertaruh nyawa demi politik. Sudah cukup kita bersitegang di kampanye kemarin. Jangan sampai ada lagi permusuhan antar teman, saudara dan kerabat lainnya akibat momentum politik yang hingar bingarnya hanya sesaat ini.

Buat kalian semua yang masih belum bisa berdamai, coba nyebats deh. Di hadapan rokok kita semua sama. Siapa tahu dengan itu kalian bisa lebih rileks. Atau, kalau kalian memang bukan perokok, coba deh main-main dan diskusi sama perokok. Niscaya kalian bakal dengar wejangan unik dan meneduhkan.

Baca Juga:  Tips Menjadi Curanrek yang Baik
Aris Perdana

Manusia yang dikutuk untuk bebas | @arisperd